kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 10 Oktober 2007

 Bali


Siswa
Denpasar Children Centre
Dibekali
Pemahaman tentang Kebakaran

Denpasar (Bali Post) -
Makin
dini anak didik diberi pemahaman tentang bahaya kebakaran akan makin bagus. Dengan mengetahui faktor penyebab kebakaran dan langkah pencegahannya, diharapkan kasus kebakaran bisa dihindari.

Itulah yang mendorong Denpasar Children Center (DCC) tetap mengagendakan program sosialisasi bahaya kebakaran. Selain seluruh murid dari playgroup, TK hingga SD, beragam informasi seputar kebakaran sekaligus pula disosialisasikan kepada guru maupun orangtua siswa DCC.

''Informasi seputar kebakaran penting dipahami oleh anak-anak. Sebab, pernah terjadi kasus kebakaran yang bermula dari percikan korek api. Seorang anak playgroup asyik bermain korek api bersama temannya di kamar tidur. Api memercik di kasur. Secara perlahan api merembet di seluruh bagian kasur. Tanpa sepengetahuan orangtuanya, api kemudian membesar dan melahap seisi rumah,'' ujar Direktur DCC Ir. IGA Oka Suryawardani, M.Mgt. Selasa (9/10) kemarin di sela-sela pelaksanaan program sosialisasi tentang kebakaran di sekolah setempat.

Program itu sudah berlangsung keempat kalinya di lembaga pendidikan terpadu prasekolah-SD yang beralamat di Jalan Bedugul 18 C Sidakarya, Denpasar itu. ''Kami rutin menyelenggarakan program ini setiap tahun dengan mengundang petugas dari Dinas Kebakaran. Dengan kehadiran petugas kebakaran, seluruh siswa, guru dan orangtua siswa kami harapkan selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran,'' kata Suryawardani, istri Kepala Puslitbang Kebudayaan dan Kepariwisataan Unud Ir. Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D. ini.

Kemarin pagi, tim dari Dinas Kebakaran Kota Denpasar menyampaikan beragam informasi tentang kebakaran, bahaya kebakaran, teknik memadamkan api, dan alat-alat pemadam kebakaran di hadapan anak-anak playgroup, TK dan SD DCC. Dua buah mobil pemadam kebakaran juga diperlihatkan kepada mereka, termasuk cara pengoperasiannya saat menangani kasus kebakaran.

Anak-anak tampak berkonsentrasi mendengarkan informasi tersebut. Bahkan, beberapa di antaranya diberi kesempatan untuk mempraktikkan teknik menjinakkan api dengan air dan tabung pemadam. Beberapa di antaranya juga diberi kesempatan memakai baju dan helm antiapi. Kegembiraan tampak di raut wajah mereka. Di akhir acara, sejumlah anak diajak menaiki mobil pemadam kebakaran, mengelilingi halaman DCC.

Kasubdin Kebakaran Dinas Kebakaran Kota Denpasar Wayan Lemesnawa menyambut baik program ini. Dengan bekal pengetahuan tentang kebakaran, paling tidak anak-anak dapat menghindari musibah kebakaran dengan tidak bermain api. Jika pun terjadi, sebelum api membesar anak-anak bisa berbuat, memadamkan api dengan alat-alat yang ada. ''Karena itu sosialisasi bahaya kebakaran penting dilakukan di sekolah-sekolah dari TK hingga perguruan tinggi,'' katanya sembari menyebut di Denpasar tahun 2006 terjadi 120 kasus kebakaran dan hingga September 2007 terjadi 70 kasus. (08/*)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)