Siswa
Denpasar Children Centre
Dibekali
Pemahaman
tentang
Kebakaran
Denpasar
(Bali Post) -
Makin
dini
anak didik
diberi
pemahaman tentang
bahaya
kebakaran akan
makin
bagus. Dengan
mengetahui
faktor
penyebab kebakaran
dan
langkah pencegahannya,
diharapkan
kasus
kebakaran bisa
dihindari.
Itulah
yang mendorong
Denpasar Children Center
(DCC) tetap
mengagendakan program
sosialisasi
bahaya
kebakaran. Selain
seluruh
murid dari playgroup,
TK hingga SD,
beragam
informasi seputar
kebakaran
sekaligus pula
disosialisasikan
kepada guru
maupun
orangtua siswa DCC.
''Informasi
seputar
kebakaran penting
dipahami
oleh
anak-anak. Sebab,
pernah
terjadi kasus
kebakaran yang
bermula
dari percikan
korek
api. Seorang
anak playgroup
asyik
bermain korek
api
bersama temannya
di
kamar tidur.
Api
memercik di
kasur.
Secara perlahan
api
merembet di
seluruh
bagian kasur.
Tanpa
sepengetahuan orangtuanya,
api
kemudian membesar
dan
melahap seisi
rumah,''
ujar
Direktur DCC Ir. IGA Oka
Suryawardani,
M.Mgt.
Selasa (9/10) kemarin
di
sela-sela pelaksanaan
program sosialisasi
tentang
kebakaran di
sekolah
setempat.
Program itu
sudah
berlangsung keempat
kalinya
di lembaga
pendidikan
terpadu
prasekolah-SD yang beralamat
di
Jalan Bedugul 18 C
Sidakarya,
Denpasar
itu. ''Kami
rutin
menyelenggarakan program ini
setiap
tahun dengan
mengundang
petugas
dari Dinas
Kebakaran.
Dengan
kehadiran petugas
kebakaran,
seluruh
siswa, guru dan
orangtua
siswa
kami harapkan
selalu
waspada terhadap
kemungkinan
terjadinya
kebakaran,''
kata
Suryawardani, istri
Kepala
Puslitbang Kebudayaan
dan
Kepariwisataan Unud
Ir. Agung
Suryawan
Wiranatha,
M.Sc., Ph.D.
ini.
Kemarin
pagi,
tim dari
Dinas
Kebakaran Kota Denpasar
menyampaikan
beragam
informasi tentang
kebakaran,
bahaya
kebakaran, teknik
memadamkan
api,
dan alat-alat
pemadam
kebakaran di
hadapan
anak-anak playgroup, TK dan
SD DCC. Dua
buah
mobil pemadam
kebakaran
juga
diperlihatkan kepada
mereka,
termasuk cara
pengoperasiannya
saat
menangani kasus
kebakaran.
Anak-anak
tampak
berkonsentrasi mendengarkan
informasi
tersebut.
Bahkan,
beberapa di
antaranya
diberi
kesempatan untuk
mempraktikkan
teknik
menjinakkan api
dengan air
dan
tabung pemadam.
Beberapa
di
antaranya juga
diberi
kesempatan memakai
baju
dan helm antiapi.
Kegembiraan
tampak
di raut
wajah
mereka. Di
akhir
acara, sejumlah
anak
diajak menaiki
mobil
pemadam kebakaran,
mengelilingi
halaman DCC.
Kasubdin
Kebakaran
Dinas
Kebakaran Kota Denpasar
Wayan
Lemesnawa menyambut
baik program
ini.
Dengan bekal
pengetahuan
tentang
kebakaran, paling tidak
anak-anak
dapat
menghindari musibah
kebakaran
dengan
tidak bermain
api.
Jika pun terjadi,
sebelum
api membesar
anak-anak
bisa
berbuat, memadamkan
api
dengan alat-alat yang
ada. ''Karena
itu
sosialisasi bahaya
kebakaran
penting
dilakukan di
sekolah-sekolah
dari TK
hingga perguruan
tinggi,''
katanya
sembari menyebut
di
Denpasar tahun 2006
terjadi 120
kasus
kebakaran dan
hingga September 2007
terjadi 70
kasus.
(08/*)