kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 10 Oktober 2007

 Bali


Lantaran
hanya Ingin Punya HP
Buruh
Bangunan yang Tusuk Waria 

Denpasar (Bali Post) -
Kasus
penusukan waria, Mahfud Puput (31), yang melibatkan Toni Triatna (19) dipicu masalah sepele. Tersangka tergiur memiliki HP. Buruh bangunan itu nekat menghabisi nyawa korban, Senin (8/10). Tusukan di leher meleset, dan pisau lipat yang digenggam Toni bersarang di punggung kanan Puput.

Polisi yang menerima pengaduan warga, langsung terjun ke Jalan Buana Raya, Gang Satria, Denpasar. Tersangka sempat ngumpet di bawah meja dapur, sebelum diringkus pasukan Kanit I AKP Made Pakris. Puput dilarikan ke RS Sanglah, sementara Toni dijebloskan ke sel.

Kasat Reskrim Poltabes Denpasar Kompol Komang Sandi Arsana menyatakan, tersangka dan korban menjalin hubungan asmara sejak tiga minggu lalu. Puput adalah karyawan salon, sedangkan Toni buruh proyek di Jalan Mahendradata. ''Tersangka mau pacaran lantaran menduga korban banyak duit,'' tegasnya, Selasa (9/10) kemarin.

Pada Minggu (7/10) pukul 22.00, Toni dalam kondisi mabuk ditemani Ketut (saksi) datang ke kos korban di Jalan Buana Raya. Tersangka dan korban tidur di satu ranjang. Besoknya, pukul 03.00 pelaku datang lagi ke TKP bersama Renaldi. Satu jam kemudian, Renaldi pergi dan Toni menemani Puput tidur. Pukul 05.00, tersangka melihat HP tergeletak di samping korban. ''Saat itulah muncul niat jahat pelaku, gara-gara ingin punya HP,'' tambah Kompol Sandi.

Sesuai hasil pemeriksaan, Toni mengeluarkan pisau lipat dari saku celana. Tersangka mengarahkan ujung sajam ke leher korban, namun yang kena bagian punggung kanan. Puput yang menderita luka mendadak bangun. Pelaku kembali menikamkan pisau ke arah perut korban. Tusukan kedua itu ditepis, bahkan pisau yang dipegang Toni terjatuh akibat tendangan Puput.

Mendapat ancaman serius, korban lari ke kamar mandi seraya mengunci diri. Saat itulah Puput berteriak minta tolong. Warga sekitar TKP berhamburan keluar, dan ada yang menghubungi Poltabes. Pelaku akhirnya ditangkap.

Pelaku asal Subang, Jabar itu sempat bohong saat diperiksa penyidik. Ia semula mengaku disuruh orang lain dengan imbalan Rp 2 juta. Setelah diajak ke TKP, Toni mengakui semua kejahatan itu atas niat sendiri. ''Tersangka punya pacar di Lampung. Ia mau kencan dengan waria demi uang,'' kata penyidik Poltabes. (kmb10)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)