kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 10 Oktober 2007

 Bali


Sering
Tumpang Tindih Proyek Propinsi dan Kabupaten 

Amlapura (Bali Post) -
Bupati
Karangasem I Wayan Geredeg mengakui masih sering terjadi tumpang tindih antara proyek propinsi dan kabupaten. Seperti proyek perbaikan trotoar di Candidasa beberapa waktu lalu yang pelaksanaannya kurang bagus, menyebabkan dua turis Belanda patah kaki akibat terperosok ke lubang trotoar.

Bupati Geredeg menyampaikan hal itu Selasa (9/10) kemarin di Amlapura. Dikatakan, proyek perbaikan trotoar di Candidasa itu merupakan proyek propinsi. Melalui Dinas PU Karangasem sudah beberapa kali disampaikan agar diawasi dan dikerjakan bergantian. Namun, tetap dikerjakan pembongkaran trotoar lama di kiri dan kanan, sementara bekas bongkaran berserakan di tepi jalan. ''Sering kali proyek pusat dan propinsi yang cukup banyak di Karangasem nyelonong, kita juga tak tahu,'' katanya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Karangasem Gede Dana menyampaikan berdasarkan beberapa kali sidak ke berbagai proyek kabupaten, ternyata ditemukan bukan cuma proyek propinsi yang proses kerja dan kualitasnya kurang bagus. Proyek kabupaten juga perlu diawasi ketat, sehingga antara anggaran yang dikeluarkan dengan kualitas proyek lebih baik.

Anggota Komisi II Nengah Darma dan Gede Tamu Sugiantara mencontohkan proyek areal publik di Candidasa juga tak representatif. Dari lahan lebih dari 17 are, tempat parkir tinggal 2 x 5 m. Soalnya, lahan lebih banyak untuk bangunan informasi pariwisata, bale bengong dan taman. Kayu untuk bangunan juga diduga kayu bekas.

Dari sidak Komisi II ke proyek bangunan bengkel kerja Dinas PU Karangasem kemarin, kata Nengah Suardana dan Wayan Diarsa, pelaksana proyek terlihat tidak memperhatikan keselamatan kerja. Dicontohkan, paku bekas yang karatan berserakan. Proyek bangunan kelas terbuka dengan anggaran Rp 210 juta di SMAN Amlapura, pengecoran beton kurang bagus, banyak sambungan dan beton sudah pecah. Kayu yang dipakai sudah ada yang dimakan rayap. Pekerja proyek sudah seminggu ini tak bekerja, karena mudik ke Jawa.

Mandeknya proyek bangunan sekolah itu karena hari raya, disayangkan anggota Dewan Nyoman Subaga. ''Kenapa kontraktor tak mau menggunakan pekerja lokal. Apakah di sini (Karangasem-red) tak ada tukang bangunan?'' tanyanya. (013)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)