Sering
Tumpang
Tindih
Proyek
Propinsi
dan
Kabupaten
Amlapura
(Bali Post) -
Bupati
Karangasem I
Wayan
Geredeg mengakui
masih
sering terjadi
tumpang
tindih antara
proyek
propinsi dan
kabupaten.
Seperti
proyek perbaikan
trotoar
di Candidasa
beberapa
waktu
lalu yang pelaksanaannya
kurang
bagus, menyebabkan
dua
turis Belanda
patah kaki
akibat
terperosok ke
lubang
trotoar.
Bupati
Geredeg
menyampaikan hal
itu
Selasa (9/10) kemarin
di
Amlapura. Dikatakan,
proyek
perbaikan trotoar
di
Candidasa itu
merupakan
proyek
propinsi. Melalui
Dinas PU
Karangasem
sudah
beberapa kali disampaikan
agar diawasi
dan
dikerjakan bergantian.
Namun,
tetap dikerjakan
pembongkaran
trotoar lama
di kiri
dan
kanan, sementara
bekas
bongkaran berserakan
di tepi
jalan. ''Sering
kali proyek
pusat
dan propinsi yang
cukup
banyak di
Karangasem
nyelonong,
kita
juga tak
tahu,''
katanya.
Sementara,
Ketua
Komisi II DPRD Karangasem
Gede Dana
menyampaikan
berdasarkan
beberapa kali
sidak
ke berbagai
proyek
kabupaten, ternyata
ditemukan
bukan
cuma proyek
propinsi yang
proses
kerja dan
kualitasnya
kurang
bagus. Proyek
kabupaten
juga
perlu diawasi
ketat,
sehingga antara
anggaran yang
dikeluarkan
dengan
kualitas proyek
lebih
baik.
Anggota
Komisi II
Nengah
Darma dan
Gede
Tamu Sugiantara
mencontohkan
proyek
areal publik
di
Candidasa juga
tak
representatif. Dari lahan
lebih
dari 17 are, tempat
parkir
tinggal 2 x 5 m. Soalnya,
lahan
lebih banyak
untuk
bangunan informasi
pariwisata, bale
bengong
dan taman.
Kayu
untuk bangunan
juga
diduga kayu
bekas.
Dari sidak
Komisi II
ke
proyek bangunan
bengkel
kerja Dinas PU
Karangasem
kemarin,
kata
Nengah Suardana
dan
Wayan Diarsa,
pelaksana
proyek
terlihat tidak
memperhatikan
keselamatan
kerja.
Dicontohkan, paku
bekas yang
karatan
berserakan. Proyek
bangunan
kelas
terbuka dengan
anggaran
Rp 210
juta di SMAN
Amlapura,
pengecoran
beton
kurang bagus,
banyak
sambungan dan
beton
sudah pecah.
Kayu yang
dipakai
sudah ada yang
dimakan
rayap. Pekerja
proyek
sudah seminggu
ini tak
bekerja,
karena
mudik ke
Jawa.
Mandeknya
proyek
bangunan sekolah
itu
karena hari
raya,
disayangkan anggota
Dewan
Nyoman Subaga. ''Kenapa
kontraktor
tak mau
menggunakan
pekerja
lokal. Apakah
di sini
(Karangasem-red)
tak ada
tukang
bangunan?'' tanyanya.
(013)