Proyek
Pedestrian Jalan
Kamboja
Terancam Molor
Denpasar
(Bali Post) -
Proyek
pedestrian Jalan
Kamboja
Denpasar kembali
disorot
jajaran DPRD Denpasar.
Pasalnya,
selain
dikhawatirkan molor,
jumlah
tenaga kerja
untuk
menggarap proyek
senilai
Rp 920 juta
tersebut
tidak
seimbang. Kondisi
ini
akan
mempengaruhi
penyelesaian
proyek yang
tidak
sesuai dengan
waktu yang
telah
ditentukan.
Hal tersebut
mengemuka
saat
Komisi B DPRD Denpasar
melakukan
sidak
ke proyek
tersebut,
Selasa (9/10)
kemarin.
Sidak yang
dipimpin
Ketua
Komisi Ir. I.B. Gede
Udiyana
diikuti Ir. Ketut
Sugiata, A.A.
Putu
Wijaya, S.H., I Ketut
Suarka, S.H.
dan Ir. A.A.
Bagus
Sudewa.
Mereka
diterima
Direktur CV
Wira
Karya Sari I Made Sukana
(pelaksana)
dan
Konsultan Perencana
Ngurah
Putrawan.
Udiyana
melihat
proyek yang berada
di
jalur padat
lalu
lintas tersebut
seharusnya
mendapat
penanganan yang
baik.
Apalagi
menjadi pilot project
pedestrian selanjutnya.
Sayangnya,
pihaknya
melihat
jumlah tenaga
kerja
dibandingkan dengan
volume pekerjaan
tidak
seimbang.
''Kenapa
jumlah
pekerjanya sedikit
sekali?''
tanyanya.
Menanggapi
keluhan
Dewan, Sukana
mengakui
saat
ini banyak
pekerja yang
libur
karena hendak
pulang
kampung merayakan
Lebaran.
Namun,
melihat
waktu yang ada,
pihaknya
optimis
bisa mengejar
ketertinggalan
pengerjaan
proyek
dimaksud.
Sukana
mengakui
sampai
saat ini
memang
terjadi keterlambatan
pengerjaan
sekitar 10
persen.
Untuk
mengejar ketertinggalan
itu,
pada saat
liburan
sekolah ini
jalur
di kawasan
itu
akan
ditutup total,
sehingga
pekerja
bisa dilemburkan
untuk
mengerjakan proyek
tersebut.
''Kami
yakin
bisa menyelesaikan
proyek
ini sebelum
jatuh tempo,
yakni 15 November 2007
mendatang,''
katanya.
Udiyana
bersama
rekan-rekannya di
Komisi B
kembali
mengingatkan kepada
pelaksana
proyek agar
tidak
mengabaikan kualitas.
Misalnya,
paving yang masih
basah
jangan sampai
dipasang
karena
bisa retak
saat
dilalui kendaraan.
(kmb12)