Siswa
Kurang
Mampu Gratis Biaya
Pendidikan
Denpasar
(Bali Post) -
Pembangunan
pendidikan
di Kota
Denpasar berupaya
menciptakan
pendidikan yang
berkualitas
namun
terjangkau rakyatnya.
Sektor
pembangunan SDM
ini
digarap serius yang
terlihat
dari
makin meningkatnya
alokasi
pendidikan dalam APBD
Kota Denpasar.
Salah
satunya
dengan membebaskan
biaya
pendidikan bagi
siswa
dari keluarga
kurang
mampu dari
tingkat SD
hingga SMA/SMK.
''Tahun
2007 sebanyak 939
siswa
mendapat beasiswa
bebas
biaya pendidikan,''
tegas
Wakil Wali Kota
Denpasar I.B.
Rai
Dharmawijaya Mantra saat
ditemui
wartawan di
Kantor
Wali Kota Denpasar,
Selasa (9/10)
siang
kemarin.
Sementara
itu,
Kepala Dinas
Pendidikan
dan
Kebudayaan Kota Denpasar
Drs. I Gusti
Lanang
Jelantik, M.Si.
menyatakan
alokasi
untuk 939 siswa
tersebut
senilai
Rp 877.500.000 dari
jenjang SD, SMP
dan SMA/SMK
baik
negeri maupun
swasta.
Beasiswa tingkat SD
sebanyak 300
orang
masing-masing Rp
27.500/bulan, sedangkan SMP
300 siswa
berjumlah
Rp 75.500/bulan
dan
siswa SMA/SMK sebanyak
339 orang
sebesar
Rp 125.000 per orang/bulan.
Sedangkan
tahun 2006
telah
disalurkan 600 beasiswa
bagi
siswa dari
keluarga
kurang
mampu ini.
"Melalui
program ini,
kami
berharap angka drop
out siswa
kurang
mampu dapat
diminimalisasi
serendah
mungkin,"
katanya
penuh harap.
Kadis
Jelantik
menambahkan,
alokasi
anggaran juga
diarahkan
pada
pembangunan sektor
fisik
maupun nonfisik yang
bertujuan
mengurangi
beban
siswa, orangtua
dan
sekolah dalam
membiayai
pendidikan.
Pembangunan
fisik
berupa pembangunan
dan
rehabilitasi gedung
sekolah
serta penambahan
sarana
peningkatan kompetensi
siswa
dan guru seperti
laboratorium
komputer
dan
bahasa.
Termasuk
penambahan
buku
serta kelengkapan
sarana
praktikum lainnya.
Oleh
karena
itu pihaknya
menegaskan
bahwa
mulai tahun 2007
seluruh
siswa dibebaskan
dari
pungutan uang
gedung
dan sejenisnya.
Hal ini
mengingat
biaya
rehabilitasi dan
pembangunan
sarana
dan prasarana
menjadi
kewajiban pemerintah.
Ditambahkannya,
seluruh
komponen pendidikan
Kota Denpasar
diharapkan
mampu
bersaing dalam
dunia global yang
terus
berkembang.
''Hingga
saat
ini kualitas
lulusan
siswa Kota Denpasar
mampu
bersaing dengan
daerah
lainnya,'' tegasnya.
Meskipun
demikian
tetap
diperlukan partisipasi
dari
komponen masyarakat
dalam
ikut mempersiapkan
SDM melalui
jalur
pendidikan formal dengan
jalan
penyaluran beasiswa
bagi
siswa berprestasi.
(r/*)