kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 10 Oktober 2007

 Bali


Dana Pilgub Bali   ---

Jika
Independen Lolos, RAPBD Induk 2008 Dibedah Ulang

------------------------------------------------------------

Bappeda Bali ternyata sudah melakukan antisipasi anggaran untuk kepentingan Pilgub Bali 2008. Berdasarkan konsultasi intensif dengan DPRD Bali, total perincian plafon anggaran (PPA) Pilgub Bali Rp 70,8 milyar. Namun, jika calon independen diakomodasi dalam Pilgub Bali 2008, estimasi PPA untuk penyusunan RAPBD 2008 akan bergeser.

---------------------------------------------------------- 

BESAR kemungkinan akan terjadi bedah ulang atas pengalokasian anggaran pada RAPBD Induk 2008 jika usulan anggaran KPU membengkak tajam. Demikian dijelaskan Ketua Bappeda Bali Drs. I Made Adi Djaya, Ak. di Renon, Selasa (9/10) kemarin. Menurutnya, alokasi dana Rp 70,8 milyar telah ditetapkan oleh DPRD Bali menjadi plafon anggaran induk untuk kepentingan penyusunan RAPBD 2008.

''Perincian anggaran yang disusun Bappeda ini mengacu usulan yang masuk dan belum mempertimbangkan diakomodasinya calon independen. Jika terjadi perubahan sistem politik dalam pengajuan calon gubernur, PPA termasuk RAPBD akan dikaji ulang,'' tegas Adi Djaya didampingi Kasubdit Sosbud Bapedda Drs. Wayan Parimiyasa.

Adi Djaya mengatakan, khusus untuk plafon pengamanan Pilgub Bali dirancang dua pos anggaran dengan nilai mencapai Rp 10 milyar. Pos anggaran ini untuk pengamanan organik yang melibatkan TNI/Polri Rp 7 milyar. Sedangkan Rp 3 milyar lainnya diarahkan untuk pengamanan logistik Pilgub. ''Estimasi anggaran ini sudah berdasarkan usulan yang masuk dari instansi teknis yang membidangi,'' tegasnya. Perincian lain alokasi pendanaan Pilgub ini meliputi dana sosialisasi sekitar Rp 1 milyar serta dana Panwaslu Rp 8,8 milyar.

Menyikapi tingginya pos anggaran Pilgub Bali 2008, sejumlah pengamat politik berharap biaya yang besar ini benar-benar bisa melahirkan pemimpin yang ideal. ''Masyarakat Bali harus menyadari betul bahwa biaya memilih pemimpin saat ini sangat mahal. Untuk itu, krama Bali dalam menggunakan hak pilih harus mengedepankan hati nurani, bukan berdasarkan pendekatan emosional dan kepentingan pragmatis,'' saran  Prof. Dr. I Nyoman Sutantra, M.Sc., Ketua Kajian Strategis Ajeg Bali.

Guru besar ITS ini juga berharap agar ruang publik untuk mengontrol penggunaan dana publik untuk kepentingan Pilgub ini diberi ruang. ''Pengelolaan anggaran Pilgub harus bertindak jujur dan transparan dalam menggunakan dana publik,'' ujarnya. (dir)

--------------------------------

Rincian Dana Pilgub Bali

--------------------------------

1  KPU         Rp 51  milyar

2. Panwaslu    Rp 8,8 milyar

3. Pengamanan  Rp 10  milyar

4. Sosialisasi Rp  1  milyar

--------------------------------

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)