Dana Pilgub Bali
---
Jika
Independen Lolos, RAPBD
Induk 2008
Dibedah
Ulang
------------------------------------------------------------
Bappeda
Bali ternyata
sudah
melakukan antisipasi
anggaran
untuk
kepentingan Pilgub
Bali 2008.
Berdasarkan
konsultasi
intensif
dengan DPRD Bali, total
perincian
plafon
anggaran (PPA) Pilgub
Bali Rp 70,8
milyar.
Namun, jika
calon
independen diakomodasi
dalam
Pilgub Bali 2008, estimasi
PPA untuk
penyusunan RAPBD 2008
akan
bergeser.
----------------------------------------------------------
BESAR
kemungkinan
akan
terjadi
bedah ulang
atas
pengalokasian anggaran
pada RAPBD
Induk 2008
jika
usulan anggaran KPU
membengkak
tajam.
Demikian dijelaskan
Ketua
Bappeda Bali Drs. I Made Adi
Djaya,
Ak.
di
Renon,
Selasa (9/10) kemarin.
Menurutnya,
alokasi
dana Rp 70,8
milyar
telah ditetapkan
oleh DPRD Bali
menjadi
plafon anggaran
induk
untuk kepentingan
penyusunan RAPBD 2008.
''Perincian
anggaran yang
disusun
Bappeda ini
mengacu
usulan yang masuk
dan
belum mempertimbangkan
diakomodasinya
calon
independen.
Jika
terjadi perubahan
sistem
politik dalam
pengajuan
calon
gubernur, PPA termasuk
RAPBD akan
dikaji
ulang,'' tegas
Adi
Djaya didampingi
Kasubdit
Sosbud
Bapedda Drs. Wayan
Parimiyasa.
Adi
Djaya
mengatakan, khusus
untuk
plafon pengamanan
Pilgub Bali
dirancang
dua pos
anggaran dengan
nilai
mencapai Rp 10
milyar.
Pos anggaran
ini
untuk pengamanan
organik yang
melibatkan TNI/Polri
Rp 7
milyar.
Sedangkan
Rp 3
milyar lainnya
diarahkan
untuk
pengamanan logistik
Pilgub.
''Estimasi
anggaran
ini
sudah berdasarkan
usulan yang
masuk
dari instansi
teknis yang
membidangi,''
tegasnya.
Perincian lain
alokasi
pendanaan Pilgub
ini
meliputi dana
sosialisasi
sekitar
Rp 1 milyar
serta
dana Panwaslu
Rp 8,8
milyar.
Menyikapi
tingginya pos
anggaran
Pilgub Bali 2008,
sejumlah
pengamat
politik
berharap biaya yang
besar
ini benar-benar
bisa
melahirkan pemimpin
yang ideal.
''Masyarakat
Bali harus
menyadari
betul
bahwa biaya
memilih
pemimpin saat
ini
sangat mahal.
Untuk
itu, krama
Bali
dalam
menggunakan hak
pilih
harus mengedepankan
hati
nurani, bukan
berdasarkan
pendekatan
emosional
dan
kepentingan pragmatis,''
saran
Prof.
Dr. I Nyoman
Sutantra,
M.Sc.,
Ketua Kajian
Strategis
Ajeg
Bali.
Guru besar ITS
ini
juga berharap agar
ruang
publik untuk
mengontrol
penggunaan
dana
publik
untuk kepentingan
Pilgub
ini diberi
ruang. ''Pengelolaan
anggaran
Pilgub
harus bertindak
jujur
dan transparan
dalam
menggunakan
dana
publik,''
ujarnya. (dir)
--------------------------------
Rincian
Dana Pilgub Bali
--------------------------------
1
KPU
Rp 51
milyar
2. Panwaslu
Rp 8,8
milyar
3. Pengamanan
Rp 10
milyar
4. Sosialisasi
Rp
1
milyar
--------------------------------