RS Sanglah
Kembali
Terima
Pasien
''Suspect'' Flu Burung
Denpasar
(Bali Post) -
Setelah
reda
selama hampir
sebulan,
Selasa (9/10)
kemarin, RS
Sanglah
kembali menerima
pasien yang suspect (dicurigai)
menderita flu
burung.
Pasien
bernama
Rohil Anwar (15),
warga
Jalan Waturenggong
Denpasar.
Ia
merupakan
kiriman
dari RS Dharma Usadha.
Menurut
penuturan sang ayah,
Santoso,
anak
sulungnya yang masih
duduk
di kelas
satu SMA
ini
tidak pernah
ada
kontak dengan
unggas.
''Di
rumah kami
tidak
memelihara ayam,''
ujar
Santoso ketika
ditemui
di Ruang
Nusa
Indah RS Sanglah,
Selasa (9/10)
kemarin.
Anaknya,
menurut
Santoso, beberapa
hari
terakhir ini
memang
sering keluar
malam.
Selain
itu,
selama bulan
puasa
ini Rohil
jarang
sahur.
Sementara
ibu
Rohil, Ketut,
mengatakan
anak
lelakinya itu
sakit
sejak Sabtu (6/10)
lalu, yang
merasakan
badannya
tidak
enak. Padahal
menurut
Santoso, Rabu (10/10)
ini
ia
dan
keluarganya berencana
untuk
pulang kampung
ke
Blitar, Jawa
Timur
merayakan Lebaran.
Menurut
Kepala
Penanganan Flu Burung
RS Sanglah, dr.
Wayan
Andrika,
Sp.PD.,
kondisi
Rohil masih
dalam
observasi. ''Pasien
tidak
pernah kontak
dengan
unggas.
Terjadi
kerusakan
progresif
pada
paru-paru sekitar
75%.
Suhunya
sudah
turun menjadi 37øC.
Sampel
darah
sudah diambil
dan
tinggal menunggu
hasilnya,''
jelas
Andrika.
Dievakuasi
Sementara
itu,
Ruang Nusa
Indah RS
Sanglah
sejak Senin (8/10)
lalu
menerima pasien
umum.
Lantai
dua
ruang khusus
untuk flu
burung
tersebut diisi
setidaknya
delapan
pasien umum
dengan
penyakit tropik.
Namun,
sejak
Selasa (9/10) kemarin,
delapan
pasien tropik yang
dirawat
di Ruang
Nusa
Indah dievakuasi,
masing-masing
ke
Ruang Mawar (4
orang)
dan Ruang
Lely (4
orang).
Menurut
Kasi
Yanmed Rawat
Inap RS
Sanglah dr.
Darwini,
meskipun
ruang
Nusa Indah
terisi
pasien, tetapi yang
diperbolehkan
hanya
lantai II. ''Kalau
di
lantai dasar
dikhususkan
untuk
pasien flu burung.
Jadi
tidak
boleh diisi agar
tetap
steril,'' ujarnya.
(san)