RPH Temesi
Gianyar--
Awal
2008 Ditargetkan
Beroperasi
Gianyar
(Bali Post) -
Keberadaan
Rumah
Potong Hewan (RPH)
Temesi,
Tulikup, Gianyar
sempat
dipertanyakan masyarakat.
Masalahnya,
sudah lama
rampaung
namun
tak beroperasi.
Tetapi kali
ini ada
angin
segar,
karena
Kadis Peternakan Bali
Ir. Ida Bagus
Raka
memberikan target bahwa
awal 2008 RPH
itu
beroperasi. Hal
itu
dijelaskannya Selasa
(8/10) kemarin
di sela
soft opening Bali Safari dan
Marine Park Gianyar,
Bali.
Dikatakan,
keresahan
masyarakat
terhadap
waktu
beroperasinya RPH Temesi
ini
karena ketidaktahuan
dari
masyarakat terhadap
tahapan
pembangunan RPH.
IB Raka
menyebutkan
masih
ada bangunan yang
belum
rampung dan
beberapa
peralatan yang
harus
dilengkapi.
Di
antaranya
masalah
penampungan sapi,
di mana
saat
ini baru
satu unit
dari
empat yang direncanakan.
Hal tersebut
sebagaimana
hasil
kajian yang dilakukan
sebelum
dibangunnya RPH yang
bertaraf internasional
tersebut.
Saat
ini masih
dalam
proses administrasi
antara
Perusahaan Daerah
Gianyar
dengan Perusahaan
Daerah
Propinsi Bali serta
investor. ''Niscaya
awal 2008 RPH
dapat
beroperasi,'' katanya.
Di
tengah
adanya sepuluh RPH
di Indonesia yang
kondisinya
tidak
maksimal, Raka
merasa
optimis
akan keberadaan
RPH Temesi.
Keberadaan yang
tidak
maksimal tersebut
dikarenakan RPH yang
ada
kekurangan bahan
baku,
dalam
hal ini
sapi.
Lain halnya
dengan
Bali.
Keberadaan RPH
Temesi
sangat didukung
dengan
bahan
baku
sapi Bali.
Keberadaan
sapi Bali per
tahunnya yang
keluar
pulau sebanyak 75
ribu
ekor.
Dengan
beroperasinya RPH Temesi
nanti,
sapi Bali yang keluar
daerah
akan
dikurangi per
tahunnya
untuk
memenuhi kebutuhan
pemotongan
di
Temesi. Terlebih
lagi,
keberadaan sapi Bali
terpadat
berada
di Gianyar,
sehingga
kebutuhan
akan
bahan
baku
untuk
industri pemotongan
di RPH
Temesi bisa
dipenuhi.
Selama
ini Bali kehilangan
Rp 86
milyar keuntungan
dari
keluar pulaunya
sapi Bali.
''Dengan
adanya RPH
hal
tersebut kehilangan
itu
bisa dikurangi,''
ungkapnya.
Ia
juga
mengatakan bahwa
selama
ini Bali tidak
ada
mendatangkan sapi
dari Malaysia.
Bahkan
sebaliknya
Malaysia yang
meminta
pembibitan sapi
dari Bali.
Raka
mengungkapkan, apalagi
dengan
adanya Balai
Pembibitan
Ternak
Unggul Sapi Bali (BPTUSB)
untuk
bahan
baku
sapi Bali
terhadap RPH
Temesi
sangat cukup
untuk
memenuhi target pemotongan
100 ekor
perhari. (dar)