kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 10 Oktober 2007

 Ekuin


RPH Temesi Gianyar--

Awal
2008 Ditargetkan Beroperasi

Gianyar (Bali Post) -
Keberadaan
Rumah Potong Hewan (RPH) Temesi, Tulikup, Gianyar sempat dipertanyakan masyarakat. Masalahnya, sudah lama rampaung namun tak beroperasi. Tetapi kali ini ada angin segar, karena Kadis Peternakan Bali Ir. Ida Bagus Raka memberikan target bahwa awal 2008 RPH itu beroperasi. Hal itu dijelaskannya Selasa (8/10) kemarin di sela soft opening Bali Safari dan Marine Park Gianyar, Bali.

Dikatakan, keresahan masyarakat terhadap waktu beroperasinya RPH Temesi ini karena ketidaktahuan dari masyarakat terhadap tahapan pembangunan RPH. IB Raka menyebutkan masih ada bangunan yang belum rampung dan beberapa peralatan yang harus dilengkapi. Di antaranya masalah penampungan sapi, di mana saat ini baru satu unit dari empat yang direncanakan. Hal tersebut sebagaimana hasil kajian yang dilakukan sebelum dibangunnya RPH yang bertaraf internasional tersebut. Saat ini masih dalam proses administrasi antara Perusahaan Daerah Gianyar dengan Perusahaan Daerah Propinsi Bali serta investor. ''Niscaya awal 2008 RPH dapat beroperasi,'' katanya. 

Di tengah adanya sepuluh RPH di Indonesia yang kondisinya tidak maksimal, Raka merasa optimis akan keberadaan RPH Temesi. Keberadaan yang tidak maksimal tersebut dikarenakan RPH yang ada kekurangan bahan baku, dalam hal ini sapi. Lain halnya dengan Bali. Keberadaan RPH Temesi sangat didukung dengan bahan baku sapi Bali.

Keberadaan sapi Bali per tahunnya yang keluar pulau sebanyak 75 ribu ekor. Dengan beroperasinya RPH Temesi nanti, sapi Bali yang keluar daerah akan dikurangi per tahunnya untuk memenuhi kebutuhan pemotongan di Temesi. Terlebih lagi, keberadaan sapi Bali terpadat berada di Gianyar, sehingga kebutuhan akan bahan baku untuk industri pemotongan di RPH Temesi bisa dipenuhi. Selama ini Bali kehilangan Rp 86 milyar keuntungan dari keluar pulaunya sapi Bali. ''Dengan adanya RPH hal tersebut kehilangan itu bisa dikurangi,'' ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa selama ini Bali tidak ada mendatangkan sapi dari Malaysia. Bahkan sebaliknya Malaysia yang meminta pembibitan sapi dari Bali. Raka mengungkapkan, apalagi dengan adanya Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Bali (BPTUSB) untuk bahan baku sapi Bali terhadap RPH Temesi sangat cukup untuk memenuhi target pemotongan 100 ekor perhari. (dar)

     

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)