Kuatkan
Lembaga
Penjaminan Kredit--
Pemerintah
Salurkan
Rp 1,45
T
Jakarta(Bali
Post)-
Pemerintah
secara
resmi memberikan
penjaminan
kredit
bagi sektor
Usaha
Mikro Kecil
dan
Menengah (UMKM) melalui
BUMN PT Askrindo
dan
Perum Sarana
Pengembangan
Usaha (SPU).
Suku
bunga
kredit bagi UKM
mencapai 16
persen.
Sementara, total
dana
penjaminan kredit
yang disalurkan
bagi
kedua BUMN itu
mencapai
Rp 1,45
trilyun.
Penandatanganan
nota
kesepahaman diantaranya
dihadiri
Menko
Perekonomian Boediono,
Menteri
Keuangan Sri Mulyani
Indrawati,
Menneg BUMN
Sofyan
Djalil, Menteri
Negara Koperasi
dan UKM
Suryadharma Ali.
Haidir
Gubernur Bank
Indonesia Burhanuddin
Abdullah beserta
sejumlah
direksi
perbankan nasional
di Jakarta,
Selasa (9/10)n
kemarin.
Bagi
Boediono,
dengan
suku bunga 16
persen per
tahun
bagi UMKM, maka
setiap UKM
memperoleh
kredit
maksimal sebesar
Rp 500
juta. Boediono
mengharapkan,
dengan
adanya
penjaminan itu,
sektor UMKM
mudah
mengakses kredit
perbankan
mengingat
selama
ini mereka
tidak
memiliki jaminan
sehingga
tidak
bisa memperoleh
kredit bank.
Rasio
penjaminan kedua BUMN
ini
mencapai 10-15 kali sehingga
kredit yang
bisa
disalurkan bisa
mencapai
lebih
dari Rp 14,5
trilyun.
Menurutnya,
program penyaluran
kredit
dilakukan secara
bertahap.
Bagi
calon UMKM yang
akan
memperoleh
kredit,
tetap harus
melalui
proses verifikasi
terlebih
dahulu.
Selain
itu, UMKM
tersebut
berbasis
kerja
produktif, bukan
konsumtif.
Adapun
indikator
keberhasilan
pembiayaan
ini
dapat dilihat
dari
segi jumlah
kredit yang
disalurkan
dan
jumlah nasabah yang
mampu
dijangkau.
Karenanya,
apabila program
ini
dapat berjalan
sukses
maka tahun
depan program
serupa
akan
dilanjutkan.
Suryadharma
Ali menjelaskan,
setidaknya 43
juta UMKM yang
ada di
Indonesia, untuk
tiga
tahun pertama yang
akan
dibiayai
sebanyak 570.000 UKM.
Untuk
risiko kredit,
jika
macet maka 70
persen
akan
ditanggung
oleh
pemerintah, sisanya
oleh bank yang
mencairkan
kredit.
Pemberian kredit
ini
akan
diprioritaskan
pada
sektor pertanian,
perikanan
serta
perindustrian. (kmb1)