kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 10 Oktober 2007

 Mancanegara


Pertempuran
di Perbatasan Afghanistan, 195 Tewas 

Pakistan-
Tiga
hari baku tembak antara militan Islam melawan pasukan keamanan Pakistan di dekat perbatasan Afganistan menyebabkan 195 orang tewas . Bentrokan ini dikatakan paling mematikan yang pernah terjadi di tanah Pakistan sejak mereka memberikan dukungan penuh kepada AS untuk ikut serta dalam perang melawan teroris 2001, ungkap militer Selasa (9/10) kemarin.

Lusinan mayat tentara, banyak dengan kondisi leher tergorok, ditemukan dari areal pedalaman Waziristan Utara ketika penduduk mengevakuasi diri. Ada juga laporan yang mengatakan penduduk desa tewas dalam serangan artileri maupun udara menargetkan kaum militan. Ratusan warga berduyun-duyun meninggalkan kota-kota kecil sekitar konflik untuk menyelamatkan diri. Pertempuran yang pecah hingga hari ke tiga berlangsung di sekitar Mir Ali, sebuah wilayah kesukuan tanpa hukum di Waziristan Utara. Pihak AS mengatakan wilayah tersebut adalah markas pengumpulan anggota baru untuk jaringan teror milik Osama bin Laden.

Pertempuran di Waziristan Utara bergaung di tengah Jenderal Pervez Musharraf yang berusaha meraih lagi kursi kepresidenan. Ia berjanji meningkatkan usaha pemerintah yang terus mengalami berbagai kesulitan dalam memerangi ekstrimisme.

Namun bala tentaranya mengalami tingkat kerugian besar saat mencoba menduduki teritorial pegunungan tempat kekuasaan para pejuang pendukung Taliban dan al-Qaeda. 

Kontak senjata di Waziristan Utara telah menewaskan 150 pejuang dan 45 tentara sejak mulai berkibar Sabtu lalu ditambah sekitar 12-15 tentara hilang. Sebanyak 50 militan dan 20 tentara mengalami cedera.

Pasukan pemerintah menolak gencatan senjata yang diminta militan dan terus "melanjutkan perang hingga perdamaian bisa diwujudkan," beber militer.

Pakistan sendiri sempat melakukan kesepakatan gencatan senjata kontroversial dengan militan di Waziristan Utara tahun lalu. Namun AS mengkritik keras pakta tersebut karena dianggap memberikan tempat perlindungan bagi al-Qaeda dan menyediakan markas bagi gerilyawan Taliban yang menggempur tentara NATO di Afganistan.

Kembali ke kawasan Mir Ali, kebanyakan penduduk di kota terbesar kedua terbentang di pegunungan tersebut telah meninggalkan kediaman mereka setelah 50 rumah rusak dalam pertempuran. Kota ini sebelumnya sudah diterapkan jam malam sementara sejak bentrokan pecah dan tentara menutup pasar utama serta melakukan penjagaan ketat. "Rumah kami hancur, banyak keluarga bermigrasi menuju sanak famili di kota tetangga," tutur penduduk bernama Faridullah Khan.

Beberapa laporan mengatakan ada penduduk sipil tewas namun tentara tidak mengkonfirmasi hal tersebut. Jumlah korban dari militan, tentara maupun jika ada dari penduduk sipil kurang bisa diverifikasi secara independent. Tentara menekankan mereka hanya menargetkan militan di Mir Ali, lokasi yang diakui oleh Musharraf sebagai tempat berkeliarannya pejuang al-Qaeda. (ton/ap/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)