Pertempuran
di
Perbatasan Afghanistan, 195
Tewas
Pakistan-
Tiga
hari
baku
tembak
antara militan Islam
melawan
pasukan keamanan
Pakistan di
dekat
perbatasan Afganistan
menyebabkan 195
orang
tewas
.
Bentrokan
ini
dikatakan paling mematikan
yang pernah
terjadi
di tanah
Pakistan
sejak
mereka memberikan
dukungan
penuh
kepada AS untuk
ikut
serta dalam
perang
melawan teroris 2001,
ungkap
militer Selasa (9/10)
kemarin.
Lusinan
mayat
tentara, banyak
dengan
kondisi leher
tergorok,
ditemukan
dari
areal pedalaman
Waziristan
Utara
ketika penduduk
mengevakuasi
diri.
Ada
juga
laporan yang mengatakan
penduduk
desa
tewas
dalam
serangan artileri
maupun
udara menargetkan
kaum
militan.
Ratusan
warga
berduyun-duyun meninggalkan
kota-kota
kecil
sekitar konflik
untuk
menyelamatkan diri.
Pertempuran
yang pecah
hingga
hari ke
tiga
berlangsung di
sekitar Mir Ali,
sebuah
wilayah kesukuan
tanpa
hukum di
Waziristan
Utara.
Pihak
AS
mengatakan
wilayah
tersebut adalah
markas
pengumpulan anggota
baru
untuk jaringan
teror
milik Osama bin
Laden.
Pertempuran
di
Waziristan Utara
bergaung
di
tengah Jenderal
Pervez
Musharraf yang berusaha
meraih
lagi kursi
kepresidenan.
Ia
berjanji
meningkatkan
usaha
pemerintah yang terus
mengalami
berbagai
kesulitan
dalam
memerangi ekstrimisme.
Namun
bala
tentaranya mengalami
tingkat
kerugian besar
saat
mencoba menduduki
teritorial
pegunungan
tempat
kekuasaan para
pejuang
pendukung Taliban dan
al-Qaeda.
Kontak
senjata
di Waziristan
Utara
telah menewaskan 150
pejuang
dan 45 tentara
sejak
mulai berkibar
Sabtu
lalu ditambah
sekitar 12-15
tentara
hilang.
Sebanyak 50
militan
dan 20 tentara
mengalami
cedera.
Pasukan
pemerintah
menolak
gencatan senjata yang
diminta
militan dan
terus "melanjutkan
perang
hingga perdamaian
bisa
diwujudkan," beber
militer.
Pakistan sendiri
sempat
melakukan kesepakatan
gencatan
senjata
kontroversial dengan
militan
di Waziristan
Utara
tahun lalu.
Namun
AS mengkritik
keras
pakta tersebut
karena
dianggap memberikan
tempat
perlindungan bagi al-Qaeda
dan
menyediakan markas
bagi
gerilyawan Taliban yang
menggempur tentara
NATO di
Afganistan.
Kembali
ke
kawasan Mir Ali, kebanyakan
penduduk
di
kota
terbesar
kedua
terbentang di
pegunungan
tersebut
telah
meninggalkan kediaman
mereka
setelah 50 rumah
rusak
dalam pertempuran.
Kota ini
sebelumnya
sudah
diterapkan jam malam
sementara
sejak
bentrokan pecah
dan
tentara menutup
pasar
utama serta
melakukan
penjagaan
ketat. "Rumah
kami
hancur, banyak
keluarga
bermigrasi
menuju
sanak famili
di
kota
tetangga,"
tutur
penduduk bernama
Faridullah Khan.
Beberapa
laporan
mengatakan ada
penduduk
sipil
tewas
namun
tentara tidak
mengkonfirmasi
hal
tersebut.
Jumlah
korban
dari militan,
tentara
maupun jika
ada
dari penduduk
sipil
kurang bisa
diverifikasi
secara independent.
Tentara
menekankan
mereka
hanya menargetkan
militan
di Mir Ali, lokasi
yang diakui
oleh
Musharraf sebagai
tempat
berkeliarannya pejuang
al-Qaeda. (ton/ap/afp)