kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 10 Oktober 2007

 Nusantara


Penumpang
Pejalan Kaki Banjiri Ketapang 

Banyuwangi (Bali Post) -
Memasuki
H-4 Lebaran, jumlah penumpang pejalan kaki yang datang dari Bali terus mengalami peningkatan. Sejak tiga hari terakhir jumlahnya mencapai lebih dari 9.000 orang. Penumpang pejalan kaki kebanyakan adalah warga lokal Banyuwangi yang mengais rejeki di Bali. Mereka umumnya mudik secara bergerombol dengan membawa tumpukan barang.

Pantauan Bali Post di Pelabuhan Ketapang, Selasa (9/10) kemarin, jumlah penumpang pejalan kaki hampir sebanding dengan pengendara kendaraan roda dua. Mereka berjubel ketika kapal bersandar di dermaga. Seluruhnya terlihat memanggul tumpukan barang. Penumpang pejalan kaki menyerbu Ketapang mulai pagi hari. Menjelang siang, mereka cenderung berkurang.

Pemudik yang menggunakan jasa angkutan bus umum juga terasa padat. Seluruh armada bus yang datang dari Bali selalu dijejali dengan penumpang. Bus paling banyak diserbu adalah jurusan Jember, Probolinggo dan kota-kota lainnya di Jawa Timur. Data dari pos arus mudik PT. ASDP Ketapang, tercatat jumlah penumpang pejalan kaki telah mencapai 16.208 orang. Rinciannya, penumpang di dalam bus 12.191 orang, sisanya adalah penumpang pejalan kaki. "Jumlah ini diperkirakan masih terus bertambah," kata Manejer Operasional PT. ASDP Ketapang Kastari.

Pengendara roda dua yang datang dari Bali mencapai 3.787 orang, sedang roda empat mencapai 2.382 unit. Jumlah ini adalah arus kendaraan dan penumpang yang tiba dari Pelabuhan Gilimanuk. Arus kendaraan roda dua dan pejalan kaki diyakini mengalami puncak peningkatan pada H-3 dan H-2, yakni Kamis dan Jumat mendatang. Perkiraan ini berdasarkan tahun-tahun sebelumnya.

Sementara arus kendaraan dan penumpang yang akan menyeberang ke Bali masih relatif sepi. Bahkan, jauh dari kondisi normal. Tak satu pun terlihat antrean kendaraan yang akan masuk ke dermaga kapal. Begitu pula antrean penumpang yang membeli tiket di pintu masuk pelabuhan. Lonjakan penumpang dan kendaraan diperkirakan akan terjadi bersamaan dengan puncak arus mudik dari Bali.

Meski penumpang terus bertambah, PT. ASDP Ketapang - Gilimanuk belum melakukan penambahan jumlah trip pelayaran. Jumlah armada kapal yang dioperasikan justru dikurangi menjadi 21 kapal dengan jumlah trip 147 kali. Tiga kapal LCT yang biasa mengangkut barang terpaksa dihentikan untuk docking. Para penumpang hanya dilayani oleh kapal jenis roro yang merapat di dermaga pontoon dan MB di Ketapang. (udi)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)