Penumpang
Pejalan Kaki
Banjiri
Ketapang
Banyuwangi
(Bali Post) -
Memasuki
H-4 Lebaran,
jumlah
penumpang pejalan
kaki yang datang
dari Bali
terus
mengalami peningkatan.
Sejak
tiga
hari terakhir
jumlahnya
mencapai
lebih
dari 9.000 orang.
Penumpang
pejalan kaki
kebanyakan
adalah
warga lokal
Banyuwangi yang
mengais
rejeki di
Bali.
Mereka
umumnya
mudik secara
bergerombol
dengan
membawa tumpukan
barang.
Pantauan
Bali Post di
Pelabuhan
Ketapang,
Selasa (9/10)
kemarin,
jumlah
penumpang pejalan
kaki hampir
sebanding
dengan
pengendara kendaraan
roda
dua.
Mereka
berjubel
ketika
kapal bersandar
di
dermaga.
Seluruhnya
terlihat
memanggul
tumpukan
barang.
Penumpang
pejalan kaki
menyerbu
Ketapang
mulai
pagi hari.
Menjelang
siang,
mereka cenderung
berkurang.
Pemudik
yang menggunakan
jasa
angkutan bus umum
juga
terasa padat.
Seluruh
armada bus yang datang
dari
Bali
selalu
dijejali dengan
penumpang.
Bus paling
banyak diserbu
adalah
jurusan Jember,
Probolinggo
dan
kota-kota lainnya
di Jawa
Timur.
Data dari
pos arus
mudik PT. ASDP
Ketapang,
tercatat
jumlah
penumpang pejalan
kaki telah
mencapai 16.208
orang.
Rinciannya,
penumpang
di
dalam bus 12.191 orang,
sisanya
adalah penumpang
pejalan kaki.
"Jumlah
ini
diperkirakan masih
terus
bertambah," kata
Manejer
Operasional PT. ASDP
Ketapang Kastari.
Pengendara
roda
dua yang datang
dari Bali
mencapai 3.787
orang,
sedang roda
empat
mencapai 2.382 unit.
Jumlah
ini
adalah arus
kendaraan
dan
penumpang yang tiba
dari
Pelabuhan Gilimanuk.
Arus
kendaraan
roda
dua dan
pejalan kaki
diyakini
mengalami
puncak
peningkatan pada H-3
dan H-2,
yakni
Kamis dan
Jumat
mendatang.
Perkiraan
ini
berdasarkan tahun-tahun
sebelumnya.
Sementara
arus
kendaraan dan
penumpang yang
akan
menyeberang
ke Bali
masih relatif
sepi.
Bahkan,
jauh
dari kondisi normal.
Tak
satu pun terlihat
antrean
kendaraan yang
akan
masuk
ke dermaga
kapal.
Begitu
pula antrean
penumpang yang
membeli
tiket di
pintu
masuk pelabuhan.
Lonjakan
penumpang
dan
kendaraan diperkirakan
akan
terjadi
bersamaan dengan
puncak
arus mudik
dari Bali.
Meski
penumpang
terus
bertambah, PT. ASDP Ketapang
- Gilimanuk
belum
melakukan penambahan
jumlah trip
pelayaran.
Jumlah
armada kapal yang
dioperasikan
justru
dikurangi menjadi 21
kapal
dengan jumlah trip
147 kali.
Tiga
kapal LCT yang
biasa
mengangkut barang
terpaksa
dihentikan
untuk docking.
Para
penumpang
hanya
dilayani oleh
kapal
jenis roro yang
merapat
di dermaga pontoon
dan MB
di Ketapang.
(udi)