kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 10 Oktober 2007

 Surat Pembaca


Masih
Soal Dua Purnama 

Melanjutkan surat saya (18 September 2007), tentang Purnama Kapat sebagai rajanya sasih dan 2 purnama dalam 1 bulan serta menanggapi surat Ida Pedanda Sunu Telaga, Geria Telabah Denpasar (3 Oktober 2007) yang menyatakan wajar ada 2 purnama dalam 1 bulan, karena tiap 9 wuku diadakan penampih dina pada hari Selasa, menurut perhitungan sasih Candra, sehingga tahun 2007 ini di tanggal 1 Mei ada sasih Jesta dan 31 Mei nampih jadi sasih Jesta lagi.

Dalam surat ini saya ingin bertanya kepada Ida Pedanda, wariga apa yang digunakan dalam perhitungan tersebut?

Setahu saya tidak ada dalam wariga mana pun yang memperbolehkan ada 2 purnama dalam 1 bulan dan kalau memang penghitungan tersebut benar, mengapa 2 purnama dalam 1 bulan tersebut baru mulai ada sejak 2 tahun terakhir, tidak dari tahun 1980 ketika kalender umat pertama kali dibuat oleh almarhum Kt. Bambang Gde Rawi (sekadar untuk meluruskan apa yang pernah kami rintis bersama dulu).

Saya juga ingin tanggapan (untuk klarifikasi) dari para pembuat kalender umat yang memuat 2 purnama dalam 1 bulan, karena menurut penghitungan wewaragan yang saya miliki, hal tersebut tidak mungkin akan terjadi. Pelurusan ini penting karena hal ini sangat mempengaruhi kehidupan beragama umat, dan bagaimana pun, masalah tersebut akan sangat menentukan ala ayuning dewasa yadnya umat.

 

I Made Sedana (Mangku Penyarikan)

Jl. Kusuma Bangsa VII No.58X

Semila Jati, Denpasar Utara

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)