Masih
Soal
Dua Purnama
Melanjutkan
surat
saya (18 September 2007),
tentang Purnama
Kapat
sebagai rajanya
sasih
dan 2 purnama
dalam 1
bulan serta
menanggapi
surat Ida
Pedanda
Sunu Telaga,
Geria
Telabah Denpasar (3
Oktober 2007) yang
menyatakan
wajar
ada 2 purnama
dalam 1
bulan, karena
tiap 9
wuku diadakan
penampih
dina
pada hari
Selasa,
menurut perhitungan
sasih
Candra, sehingga
tahun 2007
ini di
tanggal 1
Mei ada
sasih
Jesta dan 31
Mei
nampih jadi
sasih
Jesta lagi.
Dalam
surat
ini
saya ingin
bertanya
kepada Ida
Pedanda,
wariga
apa yang digunakan
dalam
perhitungan tersebut?
Setahu
saya
tidak ada
dalam
wariga mana pun yang
memperbolehkan
ada 2
purnama dalam 1
bulan
dan kalau
memang
penghitungan tersebut
benar,
mengapa 2 purnama
dalam 1
bulan tersebut
baru
mulai ada
sejak 2
tahun terakhir,
tidak
dari tahun 1980
ketika
kalender umat
pertama kali
dibuat
oleh almarhum Kt.
Bambang
Gde Rawi (sekadar
untuk
meluruskan apa yang
pernah
kami rintis
bersama
dulu).
Saya
juga
ingin tanggapan (untuk
klarifikasi)
dari
para pembuat
kalender
umat yang
memuat 2
purnama
dalam 1 bulan,
karena
menurut penghitungan
wewaragan yang
saya
miliki, hal
tersebut
tidak
mungkin akan
terjadi.
Pelurusan
ini
penting karena
hal ini
sangat
mempengaruhi kehidupan
beragama
umat,
dan bagaimana pun,
masalah
tersebut
akan
sangat
menentukan ala ayuning
dewasa
yadnya umat.
I Made Sedana
(Mangku
Penyarikan)
Jl.
Kusuma
Bangsa VII No.58X
Semila
Jati,
Denpasar
Utara