IHDN Gelar
Lomba
Sambut Piodalan
PERSIAPAN
piodalan
di
kampus IHDN Denpasar
sangat
berbeda dari
tahun
sebelumnya, tampak
berbagai
perlombaan
diadakan
Selasa (25/9)
kemarin
oleh Orkemas IHDN
Denpasar.
Dalam
kesempatan
itu,
Rektor IHDN Denpasar
Drs. I Gede
Rudia
Adiputra, M.Ag.
menyambut
positif
kegiatan mahasiswa
mengadakan
berbagai
macam
lomba, karena
melalui
piodalan ini
para
mahasiswa mampu
menunjukkan
kreativitasnya
dan
mengimplementasikan ajaran
agama Hindu yang mereka
pelajari
setiap
hari.
''Di
samping itu,
dengan
kegiatan ini
para
mahasiswa secara
tidak
langsung diseleksi
untuk
persiapan pengabdian
masyarakat
dan
lomba temu
karya
ilmiah di
Palangkaraya,
serta
menumbuhkan rasa
persatuan
dan
persaudaraan di
antara
mahasiswa itu
sendiri,''
ujarnya.
Perlombaan
yang diselenggarakan
Orkemas IHDN
ini
melibatkan seluruh
mahasiswa
di
lingkungan IHDN Denpasar.
Kegiatan yang
diselenggarakan
lomba dharma
wacana,
pembuatan gebogan
oleh
Fakultas Dharma Acarya,
lomba
sloka, melukis
simbol-simbol
keagamaan
oleh
Fakultas Brahma Widya
dan Dharma
Duta,
serta lomba
ngelawar,
penjor
oleh BEM IHDN Denpasar.
Ketua
Panitia
Lomba Ngelawar
dan
Penjor IB Surya
Kurniadi
menyatakan
kegiatan
ini
merupakan kegiatan
pertama
di lingkungan IHDN.
Sebab,
ngelawar merupakan
tradisi
bagi umat Hindu
di Bali yang
perlu
dilestarikan, di
samping
itu lomba
ini paling
menarik
di antara
lomba
lainnya, dibuktikan
jumlah
sporter yang sangat
banyak. ''Lomba
ngelawar
ini
dibagi beberapa
kelompok
dengan
memilih daging
kuwir,
babi dan
ayam,
sedangkan masing-masing
kelompok
dinilai
cara
pengolahan,
cara
penyajian dan
kreativitas,''
ujarnya.
Menurut
Presiden BEM IHDN
Denpasar I Made
Adi
Surya Pradnya,
kegiatan
tersebut
merupakan
hasil
keputusan yang telah
direncanakan
oleh
seluruh Orkemas IHDN
dengan
tujuan menumbuhkan
rasa
cinta kepada IHDN,
serta
mengajegkan Hindu melalui
piodalan yang
bertepatan
Purnama
Sasih Kapat.
''Kami
sangat
mendukung kegiatan
semacam
ini, sebab Hindu
akan
tetap ajeg
kalau
generasi mudanya
tetap
berkreasi dan
semangat,''
tegasnya.
Antusiasme
peserta
lomba sangat
besar,
mereka rela
berjemur
untuk
membuat sebuah
penjor yang
langsung
ditancapkan.
''Harapan
kami
kegiatan seperti
ini
perlu dilaksanakan,
sebab
kami bisa
berkreativitas
dan
menambah keakraban
di
antara teman
mahasiswa,
baik di
Denpasar,
Bangli
bahkan Singaraja,''
ujar
Eka Wijaya,
salah
satu peserta
lomba.
(r/*)