kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 26 September 2007

 Bali


IHDN Gelar Lomba Sambut Piodalan

PERSIAPAN piodalan di kampus IHDN Denpasar sangat berbeda dari tahun sebelumnya, tampak berbagai perlombaan diadakan Selasa (25/9) kemarin oleh Orkemas IHDN Denpasar. Dalam kesempatan itu, Rektor IHDN Denpasar Drs. I Gede Rudia Adiputra, M.Ag. menyambut positif kegiatan mahasiswa mengadakan berbagai macam lomba, karena melalui piodalan ini para mahasiswa mampu menunjukkan kreativitasnya dan mengimplementasikan ajaran agama Hindu yang mereka pelajari setiap hari. ''Di samping itu, dengan kegiatan ini para mahasiswa secara tidak langsung diseleksi untuk persiapan pengabdian masyarakat dan lomba temu karya ilmiah di Palangkaraya, serta menumbuhkan rasa persatuan dan persaudaraan di antara mahasiswa itu sendiri,'' ujarnya.

Perlombaan yang diselenggarakan Orkemas IHDN ini melibatkan seluruh mahasiswa di lingkungan IHDN Denpasar. Kegiatan yang diselenggarakan lomba dharma wacana, pembuatan gebogan oleh Fakultas Dharma Acarya, lomba sloka, melukis simbol-simbol keagamaan oleh Fakultas Brahma Widya dan Dharma Duta, serta lomba ngelawar, penjor oleh BEM IHDN Denpasar.

Ketua Panitia Lomba Ngelawar dan Penjor IB Surya Kurniadi menyatakan kegiatan ini merupakan kegiatan pertama di lingkungan IHDN. Sebab, ngelawar merupakan tradisi bagi umat Hindu di Bali yang perlu dilestarikan, di samping itu lomba ini paling menarik di antara lomba lainnya, dibuktikan jumlah sporter yang sangat banyak. ''Lomba ngelawar ini dibagi beberapa kelompok dengan memilih daging kuwir, babi dan ayam, sedangkan masing-masing kelompok dinilai cara pengolahan, cara penyajian dan kreativitas,'' ujarnya.

Menurut Presiden BEM IHDN Denpasar I Made Adi Surya Pradnya, kegiatan tersebut merupakan hasil keputusan yang telah direncanakan oleh seluruh Orkemas IHDN dengan tujuan menumbuhkan rasa cinta kepada IHDN, serta mengajegkan Hindu melalui piodalan yang bertepatan Purnama Sasih Kapat. ''Kami sangat mendukung kegiatan semacam ini, sebab Hindu akan tetap ajeg kalau generasi mudanya tetap berkreasi dan semangat,'' tegasnya.

Antusiasme peserta lomba sangat besar, mereka rela berjemur untuk membuat sebuah penjor yang langsung ditancapkan. ''Harapan kami kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan, sebab kami bisa berkreativitas dan menambah keakraban di antara teman mahasiswa, baik di Denpasar, Bangli bahkan Singaraja,'' ujar Eka Wijaya, salah satu peserta lomba. (r/*)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)