Teroris
Remehkan
Keamanan Bali
Tabanan
(Bali Post) -
Lemahnya
sistem
pengamanan di Bali
telah
dimanfaatkan oleh
kelompok
radikal
untuk melakukan
aksi
terornya di Bali.
Alhasil
teroris
dua kali berhasil
meledakkan
bom di
Bali
tanpa
halangan yang berarti.
Demikian
dikatakan
Kapolres
Tabanan AKBP Rudolf A.
Rodja
saat sosialisasi
ancaman
dan bahaya
terorisme
menyerang Bali yang
digelar
di Hotel Le Meredian,
Tanah Lot,
Kediri,
Selasa (25/9)
kemarin.
Dalam
pertemuan
dengan
para stakeholder pariwisata
dan
tokoh-tokoh masyarakat
dari
tujuh kecamatan,
Rudi, panggilan
akrab
Kapolres, menyampaikan
sistem
pengamanan di
objek vital
dan
areal publik,
termasuk
di
Tabanan dinilai
masih
lemah dan
sangat
mudah diterobos
dan
diremehkan teroris.
Kelemahan
seperti
itu telah
dimanfaatkan
dua kali
untuk
memporak-porandakan
Bali.
Di
hadapan
sekitar 400 orang
lebih,
Kapolres menyampaikan
tahapan
menyusun strategi
dan
taktik penyerangan
yang dilakukan
oleh
mereka yang sudah
terindoktrinasi
akan
perang jihad
melawan
kezaliman Amerika
Serikat
dan sekutunya.
Segala
macam
cara digerakkan
para
pelaku radikal
dalam
melakukan aksinya.
Sesuai
dengan
dokumen penting yang
didapat
dari para
pelaku
ketika dilakukan
penggerebekan
di
markas gembong
teroris
Azhari di
Batu,
Malang,
sebelumnya
teroris
telah melakukan
survai
di lapangan
dan
merancang tahapan-tahapan
penyerangan,
sasaran,
dan
korban.
Dengan
segala
kelemahan itu,
masyarakat
diajak
mengenali ciri-ciri
pelaku
teroris dengan
harapan
dapat lebih
meningkatkan
kewaspadaan.
(upi)