kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 26 September 2007

 Bali


Teroris
Remehkan Keamanan Bali 

Tabanan (Bali Post) -
Lemahnya
sistem pengamanan di Bali telah dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk melakukan aksi terornya di Bali. Alhasil teroris dua kali berhasil meledakkan bom di Bali tanpa halangan yang berarti.

Demikian dikatakan Kapolres Tabanan AKBP Rudolf A. Rodja saat sosialisasi ancaman dan bahaya terorisme menyerang Bali yang digelar di Hotel Le Meredian, Tanah Lot, Kediri, Selasa (25/9) kemarin.

Dalam pertemuan dengan para stakeholder pariwisata dan tokoh-tokoh masyarakat dari tujuh kecamatan, Rudi, panggilan akrab Kapolres, menyampaikan sistem pengamanan di objek vital dan areal publik, termasuk di Tabanan dinilai masih lemah dan sangat mudah diterobos dan diremehkan teroris. Kelemahan seperti itu telah dimanfaatkan dua kali untuk memporak-porandakan Bali.

Di hadapan sekitar 400 orang lebih, Kapolres menyampaikan tahapan menyusun strategi dan taktik penyerangan yang dilakukan oleh mereka yang sudah terindoktrinasi akan perang jihad melawan kezaliman Amerika Serikat dan sekutunya. Segala macam cara digerakkan para pelaku radikal dalam melakukan aksinya. Sesuai dengan dokumen penting yang didapat dari para pelaku ketika dilakukan penggerebekan di markas gembong teroris Azhari di Batu, Malang, sebelumnya teroris telah melakukan survai di lapangan dan merancang tahapan-tahapan penyerangan, sasaran, dan korban.

Dengan segala kelemahan itu, masyarakat diajak mengenali ciri-ciri pelaku teroris dengan harapan dapat lebih meningkatkan kewaspadaan. (upi)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)