Truk
Terguling,
Satu
Tewas
Denpasar
(Bali Post) -
Jalur
By Pass Ngurah
Rai,
tepatnya di
depan
Graha Praja Bali,
sempat
macet beberapa jam,
Selasa (25/9)
kemarin.
Sebuah
truk DK 8147 DV yang
dikemudikan Mardi Nganuli
(23), terguling
melewati
pembatas
jalan.
Dua sepeda motor
dari
arah berlawanan (jalur
barat)
ditabrak dan
pengendaranya
mengalami
luka-luka.
Dalam
kecelakaan maut
ini,
kernet truk
Yohanes (25),
warga
Banjar Abasan,
Tegal
Buah, Padangsambian,
Denpasar,
tewas
di TKP. Sementara
empat
lainnya (tiga
pengendara motor
dan
sopir truk)
mengalami
luka-luka.
Pahumas
Poltabes
Denpasar
Kompol I
Gusti
Suryasa, menyatakan
kejadiannya
berlangsung
pukul 11.00
wita.
Sebelumnya, truk
melaju
dari arah
utara
dengan kecepatan
sedang (di
jalur
timur). Entah
apa yang
terjadi,
sopir
truk out of control (kehilangan
kendali)
dan
menabrak pembatas
jalan.
Kerasnya benturan
membuat
truk terguling
hingga
melewati taman
pembatas.
Pada
saat bersamaan,
dua
sepeda motor melaju
dari
arah berlawanan. ''Pengendaranya
adalah I.B.
Mahardika (13)
asal
Bangli, Sujirwa (30)
dan
Winda (25) asal
Karangasem,''
kata
Kompol Suryasa
kemarin.
Mahardika
yang mengendarai Yamaha Mio
DK 6412 PI, kaget
bukan main
setelah
melihat ada
truk
terguling di
depannya.
Begitu
juga Sujirwa yang
membonceng
Winda.
Mereka tidak
bisa
mengendalikan motornya
dan
tabrakan pun tak
terelakan.
Para korban
dilarikan
ke RS
Kasih Ibu
Kedonganan,
tiga di
antaranya
dirujuk
ke RS Sanglah.
Berdasarkan
informasi yang
diberikan
Kabid
Pelayanan Medik RS
Kasih
Ibu Kedonganan, dr.
A.A. Kusuma
Wijaya,
korban tewas
Yohanes
adalah kernet
truk, yang
mengalami
cedera
kepala dan
patah
tulang di
paha
dan lengan
kiri.
Sementara supir
truk, Mardi (23),
mengalami
patah
pada tulang
belikat
kiri, lecet-lecet
dan
robek pada
dahi.
Pengendara sepeda
motor yang menjadi
korban
adalah I.B Mahardika
(19) mengalami
patah
tulang
belikat kanan.
Sementara
dua
korban lainnya
adalah
Nengah Surjina (29)
yang membonceng
Winda (24).
Surjina
mengalami patah
tulang
skapula kiri
dan
Winda mengalami
cedera
kepala serta
patah
dua tulang
iga
sebelah kanan.
Atas
permintaan
keluarga,
Yohanes, Mardi
dan I.B.
Mahardika
dirujuk
ke RS Sanglah.
Nyawa
Yohanes tidak
bisa
diselamatkan beberapa
saat
setelah tiba
di RS
Sanglah. (jay/san)