kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 26 September 2007

 Bali


Jro
Gede Karang Ingin Bangun RPH di Buleleng

Singaraja (Bali Post) -
Daging
sapi Bali diakui oleh ahli produksi daging dan chef mancanegara memiliki kualitas daging terbaik, namun hingga saat ini tidak dapat memasuki pasar internasional karena belum memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pasar. Meski dalam beberapa festival kuliner dan food processing expo terbukti bahwa kualitas daging sapi Bali tidak kalah dengan sapi Brahman dari India, Swiss Cow, sapi dari Belanda, atau sapi Kobe, Jepang, produk daging sapi Bali bahkan tidak dapat masuk hotel dan restoran di Bali sendiri.

''Ini ironi yang harus dihentikan, kita harus berusaha keras agar rumah potong hewan (RPH) dan pemrosesan daging dapat segera dibangun di sini, karena Buleleng cukup ideal untuk lokasinya,'' kata Jro Gede Karang Tangkid Suarshana dalam simakrama bersama krama Desa Les dan Penuktukan, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Senin (24/9) lalu.

Sementara itu, kata mantan Ketua Asita Bali ini, rumah potong hewan internasional yang telah dibangun di Temesi masih jauh panggang dari api. Rumah potong dan pusat pemrosesan harus benar-benar memenuhi standar kualitas, syarat higienis dan sanitasi yang ketat. Rumah potong yang telah selesai beberapa tahun lalu itu terancam puso, rusak dan berkarat sebelum dapat dioperasikan. ''Mestinya dibuat dari bahan stainless steel dan suci hama, dan diharap mampu memproses 50 s.d. 100 ekor per hari. Kenyataannya, di samping tidak siap digunakan, juga masih jauh dari standar minimal,'' ujarnya di hadapan belasan ribu krama Desa Les dan Penuktukan mengantar punia pementasan Wayang Cenk Blonk, menyambut upacara Bhatara Turun Kabeh di Pura Desa setempat.

Menanggapi pernyataan seorang wakil krama mengenai rencana pemugaran Pura Puseh yang merupakan cagar budaya, Jro Gede Karang berpesan agar renovasi dilakukan dengan hati-hati, dengan berpedoman kepada konservasi agar generasi mendatang tidak kehilangan jejak pencapaian para leluhur

Puncak upacara piodalan dan Bhatara Turun Kabeh di Pura Desa  Bale Agung, Desa Pakraman Les dan Penuktukan dilaksanakan pada Purnama Kapat, 25 September 2007. Klian Desa Adat Les - Penuktukan, Jero Pasek Ketut Nurai menuturkan bahwa upacara ini bertujuan agar jagad beserta isinya, utamanya wewengkon desa dengan krama desa dapat mencapai kesejahteraan dan kedamaian. ''Kita memohon karunia Hyang Widhi, agar selamat dan sejahtera sekala-niskala, terhindar dari bencana dan penyakit,'' imbuh Panyarikan Desa Pakraman Les-Penuktukan, Jero Nyoman Adnyana. (r/*)  

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)