Rakor
Bakohumas 2007
Badung ---
Samakan
Persepsi
pada
Isu Strategis
MENINDAKLANJUTI
rakor
tahunan bakohumas
se-Indonesia yang dibuka
Presiden RI Dr. H.
Susilo
Bambang Yudhoyono
di Kuta
beberapa
waktu
lalu, direspons
serius
oleh Bakohumas
Badung
dengan melaksanakan
Rakor
Berkala Bakohumas.
Rakor
itu
merupakan salah
satu
langkah antisipasif
untuk
meningkatkan pelayanan
informasi yang
cepat,
lengkap dan
akurat
dari instansi-instansi,
baik
vertikal maupun
horizontal serta
menyamakan
persepsi
terhadap
isu
strategis terutama
menyangkut
kebijakan
pembangunan
di
Kabupaten Badung.
Demikian
disampaikan
Ketua
Badan Koordinasi
Kehumasan (Bakohumas)
Kabupaten
Badung Drs. I
Putu
Eka Merthawan,
M.Si.
pada
pembukaan
rakor
berkala Bakohumas
di
ruang pertemuan
Kantor Agama
Badung,
Selasa (25/9) kemarin.
Turut
hadir
Kadis Pertanian
dan
Tanaman Pangan
Badung Ir.
Gusti Made
Agung,
Kadis Koperasi
dan UKM
Kabupaten Badung
Tjok.
Bagus
Agung, unsur
Bakohumas
Kab.
Badung,
Polres
Badung, Kodim 1611/Badung.
Menurut
Eka
Merthawan, sesuai
dengan
peranan dan
fungsi
Bakohumas dalam
rangka
membantu pemerintah
bagi
kelancaran arus
informasi
antarlembaga
pemerintahan,
antara
pemerintah dengan
masyarakat
dan
sebaliknya.
Ia
menjelaskan
rakor kali
ini
menghadirkan dua
narasumber
yakni
Kepala Dinas
Pertanian
dan
Tanaman Pangan
Kabupaten
Badung
dengan topik ''Revitalisasi
Sektor
Pertanian di
Kabupaten
Badung''
dan
Kepala Dinas
Koperasi
dan UKM
Badung dengan
topik ''Program
Inovatif
Pembangunan
Koperasi
Pertanian
di
Kabupaten Badung''.
Dipilihnya
sektor
pertanian dan
koperasi
karena
saat ini
pembangunan
di
Kabupaten Badung
lebih
mengarah kepada
pengembangan
sektor
pertanian dalam
arti
luas untuk
memberdayakan
potensi
masyarakat petani,
namun
di satu
sisi,
informasi tersebut
sering
tidak sampai
ke
masyarakat.
Sedangkan
dalam
bidang koperasi
saat
ini Pemkab
Badung
sedang giat-giatnya
memberdayakan
koperasi
dengan
merancang koperasi
khusus
bagi petani
atau
koperasi pertanian
untuk
menunjang segala
aktivitas
petani.
Melalui
rakor
ini, lanjut
Merthawan,
diharapkan
instansi
terkait
bisa menjadi mediator
dalam
menyampaikan
kebijakan-kebijakan tersebut.
Selain
itu,
informasi yang terungkap
dari
setiap instansi
sektoral,
maupun
antarunit kerja
di
lingkungan pemerintah
daerah
dapat saling
mendukung
dan
bersinergi, sehingga
informasi yang
tersaji
di masyarakat
adalah
informasi yang padu.
Pada
rakor
tersebut juga
disampaikan
Peraturan
Menteri Negara
Pendayagunaan
Aparatur Negara
Nomor Per/12/M.PAN/08/tahun
2007 tentang
Pedoman
Umum Hubungan
Masyarakat
di
Lingkungan Instansi
Pemerintah.
Di
dalamnya
berisikan
visi
dan misi
praktisi
Humas
Pemerintah.
Pada
bagian lain,
juga
disampaikan hasil
pertemuan
tahunan
Bakohumas Tahun 2007
di Bali 30
s.d. 31
Agustus 2007 lalu
di mana
perkembangan
humas
di Kabupaten
Badung
relatif cukup
pesat
dengan lahirnya
Bakohumas.
(r/*)