1.000 Ecstasy Disita,
Bandarnya
Kabur
* Empat Samurai
juga
Diamankan
Denpasar
(Bali Post) -
Sindikat
bisnis
narkoba Bali-Jakarta
dibongkar polisi.
Hasilnya,
1.000 butir ecstasy
diamankan.
Enam
paket
shabu-shabu (SS) seharga
Rp 9
juta juga
disita.
Hasil
ini
berkat kerja
keras
selama sebulan
pasukan yang
dipimpin
Kasat
Reskrim Polres
Badung AKP
Nyoman
Siasa.
Namun,
keberhasilan
menyita
barang haram
itu tak
diikuti
kesuksesan polisi
menyeret
pelaku
utamanya ke
sel.
Kadek
AR yang diduga
sebagai
bandar obat
terlarang
itu
kabur.
Petugas
hanya
meringkus Suparmi
alias Mae (25), teman
wanitanya.
Hasil
tangkapan
tersebut
digeber
Kapolres AKBP Abdul Latief,
M.S., Selasa (25/9)
kemarin.
Barang
bukti yang
diamankan
polisi
berupa 8 paket
ineks
warna ping (750 butir)
dan
satu paket ecstasy
warna
biru (250 butir).
Pil
setan yang ditimbun
tersangka
di
dalam drum itu
dipasok
dari
Jakarta.
''Ini
hasil
kerja keras
anggota
selama sebulan,''
tegasnya.
Bisnis
ineks
dengan omzet
Rp 250
juta per bulan yang
diungkap
Polres
Badung berawal
dari
penangkapan kurir
Fransisca DK alias
Evel (27).
Mantan CO
asal
Manado
itu
diringkus polisi
di
Jalan Raya
Pemogan,
Senin (24/9)
pukul 10.00.
Tersangka
membawa 1
paket SS yang
dijual
Rp 650.000. ''Evel
mengaku
membeli SS dari Mae.
Anggota
langsung
menggeledah
rumah Mae
di
Jalan Pulau
Bangka,
Pedungan,''
tambah
Kapolres Abdul Latief.
Mae yang diinterogasi
petugas
mengaku masih
menyimpan 5
paket SS
di
bawah genteng
garase.
Tim yang
diterjunkan Kapolres
Badung
menyisir seluruh
areal TKP. Mae yang
dalam
posisi terdesak
akhirnya
menyebutkan
ada
inek yang disembunyikan
dalam drum
di
belakang kamar
kos.
Saat
penggeledahan
pertama,
polisi
tidak menemukan
ecstasy.
AKBP Abdul Latief
memerintahkan
anggota
lebih teliti
mengecek TKP.
Pada
penggeledahan
kedua,
polisi baru
menemukan
benda
mencurigakan. Saat
itu
Kapolres mengajak
tokoh
masyarakat untuk
menyaksikan Mae
mengangkat drum
berisi
kaleng putih.
Setelah
dibuka,
ternyata ditemukan 10
paket
berisi 1.000 butir
yang diduga ecstasy.
''Tersangka
mengaku
hanya menjemput
kiriman
paket dari
Jakarta.
AR yang
kami
kejar diduga
punya BB,''
kata
Kapolres.
Sesuai
hasil
pemeriksaan, AR yang kini
diburu
polisi diduga
memasok
narkoba dari Jakarta.
AKBP Abdul Latief
menyatakan Mae
sudah
lima
kali menjemput
kiriman
paket di
sebuah biro
jasa
pengiriman di
Jalan
Teuku Umar.
Tersangka
juga
menyebutkan 1.000 butir
ineks yang
disita
polisi milik AR. ''Satu
bulan 1.000
ineks.
Jadi,
lima
bulan
sudah 5.000 butir
atau
beromzet Rp 1
milyar
lebih,'' tegasnya.
Kepada
penyidik, Mae
mengaku
kenal AR sejak
enam
bulan lalu.
Tersangka
diminta
menyimpan tiap
kiriman
dari
Jakarta.
Karyawan
salon itu
diduga
ikut mengedarkan
ecstasy di
tempat
hiburan malam
di
Jalan Teuku
Umar.
''Ineks
ini
dipasok untuk
melayani
pengunjung karaoke.
AR
termasuk
tenaga
pengamanan di
tempat
hibutan malam
itu,''
sambung Kapolres.
Simpan
Samurai
Selain
menemukan 1.000
butir ecstasy,
petugas
juga menyita
empat samurai,
satu
celurit, satu
rantai
besi, dan
celana
panjang loreng.
Semua
sajam
itu ditemukan
petugas
di dalam
mobil Toyota Hardtop
warna
hijau milik
Kadek
AR.
Kasat
Reskrim AKP
Nyoman
Siasa mengaku
sudah
mengantongi dengan
jelas
identitas pemilik
1.000 butir
ineks
itu.
Selain
alamat,
polisi mengamankan
foto AR yang
disita
dari TKP. ''Polres
Badung
belum berhasil
melacak
keberadaan AR sejak
kabur
menggunakan Yamaha Mio.
Untuk
kelas bandar,
tim
dari
Polda juga
turun
tangan,'' katanya.
(kmb10)