kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 26 September 2007

 Bali


1.000 Ecstasy Disita, Bandarnya Kabur

* Empat Samurai juga Diamankan
 

Denpasar (Bali Post) -
Sindikat
bisnis narkoba Bali-Jakarta dibongkar polisi. Hasilnya, 1.000 butir ecstasy diamankan. Enam paket shabu-shabu (SS) seharga Rp 9 juta juga disita. Hasil ini berkat kerja keras selama sebulan pasukan yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Badung AKP Nyoman Siasa.

Namun, keberhasilan menyita barang haram itu tak diikuti kesuksesan polisi menyeret pelaku utamanya ke sel. Kadek AR yang diduga sebagai bandar obat terlarang itu kabur. Petugas hanya meringkus Suparmi alias Mae (25), teman wanitanya.

Hasil tangkapan tersebut digeber Kapolres AKBP Abdul Latief, M.S., Selasa (25/9) kemarin. Barang bukti yang diamankan polisi berupa 8 paket ineks warna ping (750 butir) dan satu paket ecstasy warna biru (250 butir). Pil setan yang ditimbun tersangka di dalam drum itu dipasok dari Jakarta. ''Ini hasil kerja keras anggota selama sebulan,'' tegasnya.

Bisnis ineks dengan omzet Rp 250 juta per bulan yang diungkap Polres Badung berawal dari penangkapan kurir Fransisca DK alias Evel (27). Mantan CO asal Manado itu diringkus polisi di Jalan Raya Pemogan, Senin (24/9) pukul 10.00. Tersangka membawa 1 paket SS yang dijual Rp 650.000. ''Evel mengaku membeli SS dari Mae. Anggota langsung menggeledah rumah Mae di Jalan Pulau Bangka, Pedungan,'' tambah Kapolres Abdul Latief.

Mae yang diinterogasi petugas mengaku masih menyimpan 5 paket SS di bawah genteng garase. Tim yang diterjunkan Kapolres Badung menyisir seluruh areal TKP. Mae yang dalam posisi terdesak akhirnya menyebutkan ada inek yang disembunyikan dalam drum di belakang kamar kos. Saat penggeledahan pertama, polisi tidak menemukan ecstasy.

AKBP Abdul Latief memerintahkan anggota lebih teliti mengecek TKP. Pada penggeledahan kedua, polisi baru menemukan benda mencurigakan. Saat itu Kapolres mengajak tokoh masyarakat untuk menyaksikan Mae mengangkat drum berisi kaleng putih. Setelah dibuka, ternyata ditemukan 10 paket berisi 1.000 butir yang diduga ecstasy. ''Tersangka mengaku hanya menjemput kiriman paket dari Jakarta. AR yang kami kejar diduga punya BB,'' kata Kapolres.

Sesuai hasil pemeriksaan, AR yang kini diburu polisi diduga memasok narkoba dari Jakarta. AKBP Abdul Latief menyatakan Mae sudah lima kali menjemput kiriman paket di sebuah biro jasa pengiriman di Jalan Teuku Umar. Tersangka juga menyebutkan 1.000 butir ineks yang disita polisi milik AR. ''Satu bulan 1.000 ineks. Jadi, lima bulan sudah 5.000 butir atau beromzet Rp 1 milyar lebih,'' tegasnya.

Kepada penyidik, Mae mengaku kenal AR sejak enam bulan lalu. Tersangka diminta menyimpan tiap kiriman dari Jakarta. Karyawan salon itu diduga ikut mengedarkan ecstasy di tempat hiburan malam di Jalan Teuku Umar. ''Ineks ini dipasok untuk melayani pengunjung karaoke. AR termasuk tenaga pengamanan di tempat hibutan malam itu,'' sambung Kapolres. 

Simpan Samurai 

Selain menemukan 1.000 butir ecstasy, petugas juga menyita empat samurai, satu celurit, satu rantai besi, dan celana panjang loreng. Semua sajam itu ditemukan petugas di dalam mobil Toyota Hardtop warna hijau milik Kadek AR.

Kasat Reskrim AKP Nyoman Siasa mengaku sudah mengantongi dengan jelas identitas pemilik 1.000 butir ineks itu. Selain alamat, polisi mengamankan foto AR yang disita dari TKP. ''Polres Badung belum berhasil melacak keberadaan AR sejak kabur menggunakan Yamaha Mio. Untuk kelas bandar, tim dari Polda juga turun tangan,'' katanya. (kmb10)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)