kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 26 September 2007

 Bali


Angin
Puting Beliung Hantam Pengambengan
Warga
Takut Tsunami Menyusul --- 

Negara (Bali Post) -
Angin
puting beliung tiba-tiba saja terjadi di wilayah Pengambengan, Tegal Badeng Barat dan Cupel Negara pukul 09.50 wita, Selasa (25/9) kemarin. Akibat kejadian ini, warga di wilayah pesisir Negara tampak panik, bahkan buruh pabrik juga berhamburan keluar ruangan agar tidak menjadi korban amukan angin yang cukup dahsyat tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam hal ini, hanya satu orang karyawan Pabrik Bali Omega yang mengalami luka lecet karena tertimpa kabel listrik. Sementara puluhan atap rumah dan pabrik beterbangan serta tembok pagar pabrik roboh dan sebagian ada yang hancur karena angin puting beliung ini.

Bahkan, akibat hempasan angin yang cukup kencang ini sampai membuat sebagian warga pesisir ini panik karena mereka khawatir akan ada gelombang yang sangat besar. ''Apalagi besok purnama, dan ada angin puting beliung kami takut ada bencana susulan,'' kata Hari, salah seorang warga.

Belakangan ini, katanya, gelombang sangat besar di wilayah ini sehingga mengakibatkan abrasi dan krib di wilayah itu hancur. 

Bahkan, adanya kejadian ini sampai membuat Kapolres Jembrana AKBP Nyoman Astawa dan jajaran serta Dandim 1617 Negara Letkol Infantri Amin Wahyudi sampai turun ke lapangan. Kedua pejabat dan jajarannya itu mengecek abrasi yang cukup parah di wilayah tersebut. Kapolres mengaku prihatin dengan abrasi yang sangat parah di wilayah ini. 

Nur Aisyah, salah seorang warga yang sehari-hari berada di gudang tepung ikan milik Nyo Hendrik di Tegal Badeng Barat dekat Pengambengan mengatakan pagi kemarin, cuaca cukup bagus, namun hanya ombak yang cukup besar. Tiba-tiba saja dari arah dermaga Pengambengan ada angin melingkar datang dan menghantam  atap bangunan di sekitar pesisir tersebut. ''Angin itu tidak lama terjadi namun sudah memporak-porandakan semua atap bahkan bale bengong juga sampai terjungkir,'' jelasnya.

 

Takut Tsunami

Nur Aisyah mengaku bersyukur saat kejadian mereka tidak berada di dalam ruangan sehingga mereka bisa selamat. Akibat semua atap dan kayu di gudang milik Hendrik ini berjatuhan, rumah di sebelahnya, milik Ashari dan Ahmad Jaidi juga jebol.

Sementara gudang milik Pak Koko di Bumi Bali Mina juga tampak isinya berhamburan. Fitria yang bisanya menjaga gudang mengaku berusaha menyelamatkan diri saat angin datang. Bahkan, beberapa warga sempat mengira akan terjadi tsunami karena angin sempat membuat ombak cukup tinggi.

Di Pabrik Bali Omega yang mengalami kerusakan yaitu tempat parkir, kantin, gudang es, dan ruang produksi. Bagian personalia Bali Omega, Komang Adnyana, mengatakan ada salah seorang staf yang mengalami luka lecet karena tertimpa kabel yang terjatuh dari tiang listrik.

Akibat kejadian ini kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Camat Negara Wayan Koriani ketika dimintai konfirmasi mengenai hal ini mengatakan pihaknya hanya melaporkan kejadian ini ke Bupati. Korban dari bencana alam ini adalah sebagian besar pabrik sehingga tidak diberikan ganti rugi. Sedangkan warga yang menjadi korban karena tertimpa atap bangunan pabrik itu menjadi tanggung jawab pabrik. (kmb)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)