Angin
Puting
Beliung Hantam
Pengambengan
Warga
Takut Tsunami
Menyusul ---
Negara (Bali Post) -
Angin
puting
beliung tiba-tiba
saja
terjadi di
wilayah
Pengambengan, Tegal
Badeng
Barat dan
Cupel Negara
pukul 09.50
wita,
Selasa (25/9) kemarin.
Akibat
kejadian
ini,
warga di
wilayah
pesisir Negara tampak
panik,
bahkan buruh
pabrik
juga berhamburan
keluar
ruangan agar tidak
menjadi
korban amukan
angin yang
cukup
dahsyat tersebut.
Tidak
ada
korban jiwa
dalam
hal ini,
hanya
satu orang
karyawan
Pabrik Bali Omega yang
mengalami
luka
lecet karena
tertimpa
kabel
listrik.
Sementara
puluhan
atap rumah
dan
pabrik beterbangan
serta
tembok pagar
pabrik
roboh dan
sebagian
ada yang
hancur
karena angin
puting
beliung ini.
Bahkan,
akibat
hempasan angin yang
cukup
kencang ini
sampai
membuat sebagian
warga
pesisir ini
panik
karena mereka
khawatir
akan
ada
gelombang yang sangat
besar.
''Apalagi
besok
purnama, dan
ada
angin puting
beliung
kami takut
ada
bencana susulan,''
kata
Hari, salah
seorang
warga.
Belakangan
ini,
katanya, gelombang
sangat
besar di
wilayah
ini sehingga
mengakibatkan
abrasi
dan krib
di
wilayah itu
hancur.
Bahkan,
adanya
kejadian ini
sampai
membuat Kapolres
Jembrana AKBP
Nyoman
Astawa dan
jajaran
serta Dandim 1617
Negara Letkol
Infantri
Amin
Wahyudi sampai
turun
ke lapangan.
Kedua
pejabat
dan jajarannya
itu
mengecek abrasi yang
cukup
parah di
wilayah
tersebut.
Kapolres
mengaku
prihatin dengan
abrasi yang
sangat
parah di
wilayah
ini.
Nur
Aisyah,
salah seorang
warga yang
sehari-hari
berada
di gudang
tepung
ikan milik
Nyo
Hendrik di
Tegal
Badeng Barat
dekat
Pengambengan mengatakan
pagi
kemarin, cuaca
cukup
bagus, namun
hanya
ombak yang cukup
besar.
Tiba-tiba saja
dari
arah dermaga
Pengambengan
ada
angin melingkar
datang
dan
menghantam
atap
bangunan
di
sekitar pesisir
tersebut.
''Angin
itu
tidak lama terjadi
namun
sudah memporak-porandakan
semua
atap bahkan bale
bengong
juga sampai
terjungkir,''
jelasnya.
Takut
Tsunami
Nur
Aisyah
mengaku bersyukur
saat
kejadian mereka
tidak
berada di
dalam
ruangan sehingga
mereka
bisa selamat.
Akibat
semua
atap dan
kayu di
gudang
milik Hendrik
ini
berjatuhan, rumah
di
sebelahnya, milik
Ashari
dan Ahmad Jaidi
juga
jebol.
Sementara
gudang
milik Pak Koko
di Bumi
Bali Mina juga
tampak
isinya berhamburan.
Fitria
yang bisanya
menjaga
gudang mengaku
berusaha
menyelamatkan
diri
saat angin
datang.
Bahkan,
beberapa warga
sempat
mengira
akan terjadi
tsunami karena
angin
sempat membuat
ombak
cukup tinggi.
Di
Pabrik Bali Omega yang
mengalami
kerusakan
yaitu
tempat parkir,
kantin,
gudang es,
dan
ruang produksi.
Bagian
personalia Bali Omega,
Komang
Adnyana, mengatakan
ada
salah seorang
staf yang
mengalami
luka
lecet karena
tertimpa
kabel yang
terjatuh
dari
tiang listrik.
Akibat
kejadian
ini
kerugian mencapai
puluhan
juta rupiah.
Camat
Negara Wayan
Koriani
ketika dimintai
konfirmasi
mengenai
hal ini
mengatakan
pihaknya
hanya
melaporkan kejadian
ini ke
Bupati.
Korban
dari
bencana alam
ini
adalah sebagian
besar
pabrik sehingga
tidak
diberikan ganti
rugi.
Sedangkan
warga yang
menjadi
korban karena
tertimpa
atap
bangunan pabrik
itu
menjadi tanggung
jawab
pabrik. (kmb)