Kelompok
Ternak
di Gianyar
Kekurangan Modal
Gianyar
(Bali Post) -
Perkembangan
ternak
sapi di
Kabupaten
Gianyar
cukup menggeliat.
Hal ini
secara
tidak langsung
diakibatkan
adanya
proyek potong
hewan
bertaraf international di
Temesi,
Gianyar.
Dengan
adanya
peningkatan pemeliharaan
ternak
sapi di
antara
angggota kelompok
ternak,
mereka mengalami
kekurangan modal
sehingga
meminta
tambahan modal.
Permintaan
penambahan modal
ini
disampaikan oleh
Ketua
Kelompok Tani
Ternak
Wana Giri
Lingkungan
Bukit
Batu Kelurahan
Samplangan,
Gianyar, I Made
Astawa,
belum lama ini.
Kelompok
tani
ternak yang dibentuk
tahun 1993
sempat
mengalami kelesuan.
''Setiap
anggota
kelompok ternak yang
ada
hanya mempunyai
seekor
sapi hingga
dua
ekor sapi,''
katanya.
Tahun
2002, nasib
dari
anggota tani
ternak
mulai menggser
dan
menggeliat.
Melalui
Dinas Peternakan,
Perikanan
dan
kelautan, kelompok
ternak yang
terdiri
atas 35 anggota
ini
mulai menggeliat
baru
mendapatkan perhatian
berupa
dana,
pembibitan
sapi
produktif, serta
kredit
ketahanan pangan.
''Untuk
sapi
betina produktif yang
sudah
ada yang beranak
sekitar 5
ekor
dan anaknya
telah
digulirkan kembali
ke
peternak lainnya,''
katanya.
Saat
ini
kelompok tani
ternak yang
ada
sudah memelihara
ternak
sapi hingga 25
ekor.
''Ternak
sapi yang
dipelihara
oleh
anggota kelompok
dalam
hal ini
rutin
diadakan spraying, vaksinasi
dan
pemantuan kebuntingan
ternak.
Dengan
dorongan
dari
pemerintah memang
sangat
dirasakan. Akan
tetapi
untuk ke
depan
diharapkan kemungkinan
adanya
penambahan modal bagi
kelompok
ternak
untuk penyediaan
pakan
ternak,'' harapanya.
(dar)