Bicara
Di
Kampus Columbia,Ahmadinejad
Panas
New York -
Jelang
pertemuan
Sidang
Umum PBB, Presiden
Iran Mahmoud
Ahmadinejad
menghadiri
ajang
temu wicara
Selasa (25/9)
kemarin
dengan mahasiswa,
staf
dosen serta
Presiden
Universitas Columbia Lee
Bollinger.
Memang
seperti janji yang
diutarakan
oleh Lee Bollinger
bahwa
dirinya
akan "menggoreng"
Ahmadinejad
dengan
berbagai pertanyaan,
ajang
temu wicara
ini
berlangsung dalam
tensi
panas dengan
pernyataan-pernyataan
keras
kedua pihak.
Ahmadinejad
sendiri
dalam kesempatan
itu
mempertahankan pendapatnya
mengenai
kenyataan Holocaust yang
harus
direvisi dan
mempertanyakan
siapa
pelaku serangan 11
September.
Pembicaraan
baru
saja
akan dimulai,
namun Bollinger
mengawalinya
dengan
introduksi yang menyakiti
hati
Ahmadinejad dengan
menyebut
pemimpin
garis
keras ini
sebagai "diktator
kejam
dan keras".
Ahmadinejad
sendiri
menggambarkan dirinya
sebagai
sosok intelektual
dan
administrasi pemerintahannya
sangat
menghargai ilmu
alamiah.
Namun,
mantan profesor
ini
terlihat sedikit
terguncang
dan
sakit hati
atas "hinaan"
pembuka
dari
tuan rumah.
Ia
pun tak
sadar tenggelam
dalam
jenis retorika yang
dulu
sempat membuat
masyarakat AS
terpecah.
Kemudian
mengundang
tawa
sinis peserta
dengan
menjawab sebuah
pertanyaan
mengenai
eksekusi
Iran
atas
kaum homoseksual
dengan
mengatakan, "di Iran
kami
tidak memiliki
homoseksual
seperti
di negara
anda,
saya tak
tahu
siapa yang memberi
tahu
anda bahwa
kami
menerapkan hukum
tersebut."
Presiden
Lee Bollinger mengecapkan
nada menyerang
dalam
introduksinya kepada
Ahmadinejad
mengatakan, "Tuan
Presiden,
anda
memperlihatkan semua
tanda-tanda
seorang
diktator kejam
dan
keras."
Dinejad
lantas
membalas pembukaan
Bollinger sebagai "sebuah
penghinaan
atas
informasi dan
pengetahuan yang
dimiliki
pengunjung
di sini.
Hal tersebut
adalah
penghinaan yang tak
benar
dan sangat
disayangkan,"
tegas
Dinejad menuduh
Bollinger terkurung
di
bawah pengaruh media
dan
politisi AS.
Pemimpin
Iran ini
sempat
mendapat tepukan
tangan
pengunjung selama
beberapa kali
seperti
saat mengutarakan
kesulitan yang
didera
warga Palestina.
Namun,
ia
acapkali
tidak
memberikan jawaban
yang simpel
seperti
diinginkan peserta
namun
merespons dengan
melayangkan
pertanyaan-pertanyaan
sendiri
dan pernyataan
panjang
mengenai sejarah
dan
hukum.
Di
masa
lalu Dinejad
menyerukan
penghapusan Israel,
namun
pernyataannya yang benar
masih
diperdebatkan.
Beberapa
penerjemah
mengatakan
ia
menyerukan Israel "dihapus
dari
peta", namun
beberapa
lainnya
menerjemahkan "dihilangkan
dari
perjalanan waktu"
mengartikan Israel
akan
hilang secara
sendiri
daripada dihancurkan.
Saat
ditanya
oleh seorang
peserta
di mana Iran
ingin
melihat kehancuran
Israel, ia
tidak
menjawab langsung.
"Kami
teman
semua negara,
kami
teman masyarakat
Yahudi.
Ada
banyak
Yahudi tinggal
di Iran
dengan damai
dan
keamanan yang bagus."
Kemudian
muncul
pertanyaan apakah Al-Qaeda
bertanggung
jawab
atas serangan 11
September.
"Jika
akar
masalah 9/11 dipelajari
secara
seksama, mengapa
itu
bisa terjadi,
apa
penyebabnya, kondisi
apa yang
membuatnya
terjadi,
siapa yang
sebenarnya
terlibat.
Semuanya
ditaruh
pada satu
tempat
untuk mengerti
bagaimana
mencegah
krisis
di Irak,
memperbaiki
masalah
di
Afghanistan
dan
Irak," papar
Dinejad.
Bollinger sendiri
sempat
mendapat banyak
kritikan
karena
mengundang Ahmadinejad
menuju
Columbia
dan
berjanji
akan
memberikan
pertanyaan
sulit
dalam introduksi.
Namun
serangan
keras
kepada pemimpin
Iran
ini
membuat banyak
pengamat
terkejut
melihatnya.
(ton/ap)