kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 26 September 2007

 Mancanegara


Bicara Di Kampus Columbia,Ahmadinejad Panas

New York -
Jelang
pertemuan Sidang Umum PBB, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menghadiri ajang temu wicara Selasa (25/9) kemarin dengan mahasiswa, staf dosen serta Presiden Universitas Columbia Lee Bollinger. Memang seperti janji yang diutarakan oleh Lee Bollinger bahwa dirinya akan "menggoreng" Ahmadinejad dengan berbagai pertanyaan, ajang temu wicara ini berlangsung dalam tensi panas dengan pernyataan-pernyataan keras kedua pihak.

Ahmadinejad sendiri dalam kesempatan itu mempertahankan pendapatnya mengenai kenyataan Holocaust yang harus direvisi dan mempertanyakan siapa pelaku serangan 11 September.  Pembicaraan baru saja akan dimulai, namun Bollinger mengawalinya dengan introduksi yang menyakiti hati Ahmadinejad dengan menyebut pemimpin garis keras ini sebagai "diktator kejam dan keras". Ahmadinejad sendiri menggambarkan dirinya sebagai sosok intelektual dan administrasi pemerintahannya sangat menghargai ilmu alamiah. Namun, mantan profesor ini terlihat sedikit terguncang dan sakit hati atas "hinaan" pembuka dari tuan rumah. Ia pun tak sadar tenggelam dalam jenis retorika yang dulu sempat membuat masyarakat AS terpecah. Kemudian mengundang tawa sinis peserta dengan menjawab sebuah pertanyaan mengenai eksekusi Iran atas kaum homoseksual dengan mengatakan, "di Iran kami tidak memiliki homoseksual seperti di negara anda, saya tak tahu siapa yang memberi tahu anda bahwa kami menerapkan hukum tersebut."

Presiden Lee Bollinger mengecapkan nada menyerang dalam introduksinya kepada Ahmadinejad mengatakan, "Tuan Presiden, anda memperlihatkan semua tanda-tanda seorang diktator kejam dan keras." Dinejad lantas membalas pembukaan Bollinger sebagai "sebuah penghinaan atas informasi dan pengetahuan yang dimiliki pengunjung di sini. Hal tersebut adalah penghinaan yang tak benar dan sangat disayangkan," tegas Dinejad menuduh Bollinger terkurung di bawah pengaruh media dan politisi AS. 

Pemimpin Iran ini sempat mendapat tepukan tangan pengunjung selama beberapa kali seperti saat mengutarakan kesulitan yang didera warga Palestina. Namun, ia acapkali tidak memberikan jawaban yang simpel seperti diinginkan peserta namun merespons dengan melayangkan pertanyaan-pertanyaan sendiri dan pernyataan panjang mengenai sejarah dan hukum.

Di masa lalu Dinejad menyerukan penghapusan Israel, namun pernyataannya yang benar masih diperdebatkan. Beberapa penerjemah mengatakan ia menyerukan Israel "dihapus dari peta", namun beberapa lainnya menerjemahkan "dihilangkan dari perjalanan waktu" mengartikan Israel akan hilang secara sendiri daripada dihancurkan.

Saat ditanya oleh seorang peserta di mana Iran ingin melihat kehancuran Israel, ia tidak menjawab langsung. "Kami teman semua negara, kami teman masyarakat Yahudi. Ada banyak Yahudi tinggal di Iran dengan damai dan keamanan yang bagus."

Kemudian muncul pertanyaan apakah Al-Qaeda bertanggung jawab atas serangan 11 September. "Jika akar masalah 9/11 dipelajari secara seksama, mengapa itu bisa terjadi, apa penyebabnya, kondisi apa yang membuatnya terjadi, siapa yang sebenarnya terlibat. Semuanya ditaruh pada satu tempat untuk mengerti bagaimana mencegah krisis di Irak, memperbaiki masalah di Afghanistan dan Irak," papar Dinejad.

Bollinger sendiri sempat mendapat banyak kritikan karena mengundang Ahmadinejad menuju Columbia dan berjanji akan memberikan pertanyaan sulit dalam introduksi. Namun serangan keras kepada pemimpin Iran ini membuat banyak pengamat terkejut melihatnya. (ton/ap)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)