kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 26 September 2007

 Nusantara

 

Buntut Polisi Vs TNI --
Dua
Ditangkap

Jakarta (Bali Post) -
Bentrok
oknum TNI-Polri di Ternate, Maluku Utara, akhirnya memakan korban lagi. Seorang lagi polisi meninggal setelah ditikam orang tak dikenal. Selain itu, buntut dari bentrok yang berlangsung Senin (24/9), telah ditangkap dua orang. Masing-masing satu oknum anggota TNI dan satu sipil.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sisno Adiwinoto, Selasa (25/9) kemarin mengharapkan masing-masing pihak (TNI-Polri) supaya mengambil tindakan yang tegas dan keras. Anggota yang menyerang, apa pun alasannya, harus dipecat karena tidak pantas menjadi anggota TNI atau Polri.

Kata Sisno, apa pun latar belakangnya, tindakan penyerangan itu merupakan kesalahan yang tidak pantas dilakukan oleh anggota TNI-Polri. Apalagi, dalam kasus itu penyebabnya hanya masalah solidaritas korps yang berlebihan.

Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol. Bambang Kuncoko mengungkapkan, polisi telah menangkap dua orang yang diduga sebagai penyulut kasus bentrok TNI-Polri di Ternate. Kedua orang itu adalah Prada SN dan seorang warga sipil berinisial LT. Prada SN kini sudah diserahkan ke Polisi Militer, sementara LT diserahkan ke Polres Ternate.

Secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI-AD Brigjen Ricardo Siagian menyatakan saat ini kondisi keamanan di Ternate sudah kondusif. Kapolda Maluku Utara dan Komandan Korem Ternate pun sudah melakukan koordinasi dan memberi pemahaman kepada seluruh anak buahnya untuk mencegah memanasnya situasi. (kmb4/kmb5)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)