Buntut
Polisi Vs TNI --
Dua
Ditangkap
Jakarta (Bali Post) -
Bentrok
oknum TNI-Polri
di Ternate,
Maluku
Utara, akhirnya
memakan
korban lagi.
Seorang
lagi
polisi meninggal
setelah
ditikam orang
tak
dikenal.
Selain
itu,
buntut dari
bentrok yang
berlangsung
Senin (24/9),
telah
ditangkap dua
orang.
Masing-masing
satu
oknum anggota TNI
dan
satu sipil.
Kepala
Divisi
Humas Polri
Irjen
Pol. Sisno
Adiwinoto,
Selasa (25/9)
kemarin
mengharapkan masing-masing
pihak (TNI-Polri)
supaya
mengambil tindakan
yang tegas
dan
keras. Anggota yang
menyerang,
apa
pun alasannya,
harus
dipecat karena
tidak
pantas menjadi
anggota TNI
atau
Polri.
Kata
Sisno,
apa pun
latar
belakangnya, tindakan
penyerangan
itu
merupakan kesalahan
yang tidak
pantas
dilakukan oleh
anggota TNI-Polri.
Apalagi,
dalam
kasus itu
penyebabnya
hanya
masalah solidaritas
korps yang
berlebihan.
Kepala
Bidang
Penerangan Umum
Divisi
Humas Polri
Kombes
Pol. Bambang
Kuncoko
mengungkapkan, polisi
telah
menangkap dua
orang yang
diduga
sebagai penyulut
kasus
bentrok TNI-Polri
di Ternate.
Kedua
orang
itu adalah
Prada SN
dan
seorang warga
sipil
berinisial LT. Prada
SN kini
sudah diserahkan
ke
Polisi Militer,
sementara LT
diserahkan
ke
Polres Ternate.
Secara
terpisah,
Kepala
Dinas Penerangan TNI-AD
Brigjen Ricardo
Siagian
menyatakan saat
ini
kondisi keamanan
di Ternate
sudah
kondusif.
Kapolda
Maluku
Utara dan
Komandan
Korem Ternate pun
sudah
melakukan koordinasi
dan
memberi pemahaman
kepada
seluruh anak
buahnya
untuk mencegah
memanasnya
situasi.
(kmb4/kmb5)