
Kondisi-kondisi
seperti
biaya tinggi,
kurikulum yang
terus
berubah, sarana
dan
prasarana yang perlu
pembenahan
hingga
rencana-rencana untuk
menjadikan
Badan
Hukum Pendidikan (BHP)
makin
menempatkan PT sebagai
lembaga yang
eksklusif.
Tidak
mengherankan apabila
muncul
ungkapan kampus
ibarat
menara gading yang
berdiri
sendiri tanpa
mau
tahu apa
perkembangan yang
terjadi
di sekitarnya.
Padahal,
dosen
maupun mahasiswa
merupakan
agen-agen
perubahan
sepanjang
sejarah Indonesia.
---------------------------------------
Peranan
PT di
Masyarakat
Oleh
I Gusti
Ngurah Parthama
SELAMA
ini
kiprah perguruan
tinggi (PT)
masih
diragukan sebagai
pencetak
kader-kader
masyarakat
siap
pakai. Salah
satu
tolok ukurnya
adalah
semakin meningkatnya
jumlah
pengangguran terdidik
dalam
kurun dua
hingga
tiga tahun
terakhir.
Perguruan
tinggi
menganggap materi
yang telah
mereka
sampaikan kepada
peserta
didik sudah
memadai
sebagai bekal
memasuki
dunia
kerja. Sebaliknya,
masyarakat
dan
dunia kerja
justru
kesulitan mendapatkan
lulusan yang
cakap
saat memasuki
bidang
pekerjaan tertentu.
---------------------------
Tidak
sinkronnya
kondisi
antara PT dan
dunia
kerja di Indonesia
memperlihatkan
masih
belum konsistennya
peranan PT
di
masyarakat. Hubungan
timbal-balik yang
diharapkan
terjadi
di antara
keduanya
tidak
berjalan mulus.
Belum
lagi persoalan lain
seperti
kegiatan penelitian
maupun
pengabdian masyarakat
sebagai
bagian dari Tri
Dharma Perguruan
Tinggi.
Kegiatan penelitian
atau
pengabdian masyarakat
lebih
cenderung dilakukan
untuk
kepentingan kenaikan
pangkat
staf pengajar.
Pelaksanaannya
bukan
disesuaikan dengan
kebutuhan
masyarakat. Yang
juga
menimbulkan persoalan
adalah
adanya penelitian-penelitian
universitas yang
idealnya
bagus
untuk ditetapkan
di
masyarakat justru
kandas
dalam hal
birokrasi
di
pemerintahan.
Kondisi-kondisi
seperti
biaya tinggi,
kurikulum yang
terus
berubah, sarana
dan
prasarana yang perlu
pembenahan
hingga
rencana-rencana untuk
menjadikan
Badan
Hukum Pendidikan (BHP)
makin
menempatkan PT sebagai
lembaga yang
ekslusif.
Tidak
mengherankan apabila
muncul
ungkapan kampus
ibarat
menara gading yang
berdiri
sendiri tanpa
mau
tahu apa
perkembangan yang
terjadi
di sekitarnya.
Padahal,
dosen
maupun mahasiswa
merupakan
agen-agen
perubahan
sepanjang
sejarah Indonesia. Yang
paling dekat
tentu era
reformasi
saat
menumbangkan rezim
Orde
Baru. Peranan
mahasiswa
dan
akademisi sangat
jelas
terlihat. Begitu
juga
ketika masa-masa
sebelum
dan sesudah
kemerdekaan
Republik Indonesia
hingga
perjalanannya saat
ini
tidak pernah
lepas
dari kiprah
mahasiswa
dan
akademisi.
Sulit
Dijangkau
Selama
ini
memang terdapat
kekhawatiran
terhadap
peranan PT
di
masa-masa mendatang.
Hal tersebut
terkait
dengan posisi PT yang
semakin
sulit dijangkau,
kalangan
masyarakat
menengah
ke
bawah. Gengsi PT
kini
identik dengan
orang-orang
berduit
semata. Tidak
mustahil
jika
kekhawatiran itu
menjadi
kenyataan mengingat
pendidikan
juga
dianggap sebagai
investasi
jangka
panjang. Maka
jika
sudah mencapai
sasaran
sudah pasti
mereka
akan berusaha
mengembangkan modal yang
telah
digunakan selama
menempuh
pendidikan.
Kondisi
seperti itu
menimbulkan
pertanyaan,
apakah
masih ada
lulusan-lulusan
universitas yang
memiliki
idealisme
untuk
menyumbangkan pengetahuan
serta
kemampuannya bagi
masyarakat
sekitarnya.
Apalagi
di era
serba konsumtif
sekarang
ini.
Masyarakat cenderung
berperan
sebagai
pemakai berbagai
produk yang
justru
dihasilkan oleh
bangsa lain.
Padahal,
sejak
awal lulusan-lulusan
PT diharapkan
bisa
menjadi wiraswastawan
yang dapat
membuka
lahan pekerjaan
baru
untuk orang lain.
Jadi,
tidak hanya
menanti
lowongan pekerjaan
sebagai
pegawai perusahaan
swasta
atau menjadi
pegawai
negeri sipil (PNS)
semata.
Sayangnya, harapan-harapan
seperti
itu sulit
terwujud
di masa
serba
sulit saat
ini.
Jangankan untuk
membuka
usaha, bahkan
untuk
makan esok
hari
saja masih
harus
berpikir. Tidak
mengherankan
jika
pada akhirnya
lulusan PT
ikut
memberi beban
baru
bagi masyarakat
dan
pemerintah.
PT memiliki
tanggung
jawab moral
untuk
mencetak kader-kader
muda
pemimpin bangsa yang
memiliki
keterampilan, moral
tinggi
serta kesadaran
sosial.
Dengan tanggung
jawab
seperti itu
maka
diperlukan kerja
keras
pengelola PT itu
sendiri. Yang
juga
tidak kalah
penting
membekali peserta
didik
dengan ilmu
pengetahuan
dan
teknologi (iptek)
yang kini
semakin
maju. Kemajuan
iptek yang
diikuti
dengan kesadaran
mempertahankan
tradisi-tradisi
ke-Bali-an
menjadi
tantangan penting
yang harus
dijawab
pada masa
depan.
Pengembangan
ke
Depan
Banyak
hal yang
sudah
dicapai PT di
Tanah Air,
namun
banyak pula hal-hal
lain yang harus
dikejar
ketertinggalannya. Potensi
daerah
seperti Bali yang khas
sudah
sepantasnya menjadi
nilai
lebih bagi
pengembangan PT
di masa
mendatang.
Menjawab
tantangan
di masa
mendatang,
diperlukan
pemikiran-pemikiran
dan
hasil-hasil penelitian
dari
para akademisi.
Dengan
dukungan tenaga
akademis yang
berpredikat
magister,
doktor,
maupun guru besar,
sudah
seharusnya PT turut
berperan
sebagai
penyumbang pemikiran
bagi
perkembangan Bali di
masa
depan. Sehingga
pada
akhirnya terdapat
kesesuaian
antara
pemikiran dari
pihak
birokrasi maupun
akademis
dalam
melakukan pembangunan
di
daerah.
Yang tidak
kalah
penting adalah PT
hendaknya
memberi
peluang-peluang pengembangan
lebih
besar kepada
para
akademisi berpredikat
magister
dan
doktor. Pasalnya,
mereka
mempunyai tanggung
jawab
untuk melakukan
penelitian-penelitian
mandiri
guna pengembangan
keilmuan yang
telah
diperoleh di
jenjang
pendidikan lebih
tinggi.
Karenanya sangat
penting
untuk bisa
membentuk
dan
mengembangkan pusat
penelitian
mandiri.
Dengan
lembaga tersebut
maka
kesempatan dosen
untuk
meningkatkan kemampuan
dan
keahliannya pada
bidang
ilmu tertentu
akan
semakin terasah.
Selain
juga memberi
peluang
bagi peneliti-peneliti
luar
negeri untuk
melakukan
penelitian
tentang
budaya Bali. Apalagi
bahan-bahan
mengenai
tradisi Bali yang
berkaitan
dengan
fakultas-fakultas di
sejumlah PT
sudah
tersedia di
masing-masing
institusi.
Memang
tidak
mudah untuk
menjawab
tantangan
dan
melakukan
pengembangan-pengembangan
terutama yang mengkhusus
dalam
hal akademik.
Namun yang
patut
disadari adalah
peranan PT
sudah
dan akan
terus
dinanti. PT dan
masyarakat
merupakan
dua
sisi yang saling
membutuhkan.
Sehingga
pada
akhirnya PT diharapkan
mampu
mencetak kader-kader
muda
untuk perubahan Bali
maupun Indonesia
di masa
depan.
Penulis,
dosen
Fakultas Sastra
Universitas
Udayana
-------------------
*
Menjawab
tantangan
di masa
mendatang,
diperlukan
pemikiran-pemikiran
dan
hasil-hasil penelitian
dari
para akademisi.
*
PT hendaknya
memberi
peluang pengembangan
lebih
besar kepada
para
akademisi berpredikat
magister
dan
doktor karena
mereka
mempunyai tanggung
jawab
untuk melakukan
penelitian
mandiri.
*
Sangat
penting untuk
bisa
membentuk dan
mengembangkan
pusat
penelitian mandiri
sehingga
kesempatan
dosen
untuk meningkatkan
kemampuan
dan
keahliannya pada
bidang
ilmu tertentu
akan
makin terasah.