kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 26 September 2007

 Olahraga


Keberuntungan
Selamatkan Duo Pembalap McLaren 

Tokyo -
Banyak
pihak yang menyebutkan McLaren cukup beruntung lantaran hanya kehilangan poin di kelas konstruktor plus denda 100 juta dolar AS dalam kasus kepemilikan ilegal informasi teknis atas rivalnya Ferrari. Sementara duo pembalapnya, Fernando Alonso dan Lewis Hamilton, tetap aman meskipun terbukti bersalah dalam kasus tersebut.

Hasil sidang memutuskan McLaren hanya dikenai denda 100 juta dolar AS plus kehilangan seluruh poin di kelas konstruktor. Karena tak mengajukan banding, Jumat lalu Ferrari sebagai pesaing terdekat keluar sebagai juara konstruktor musim ini.

Tapi sama seperti yang diungkapkan presiden FIA Max Mosley,

pembalap Toyota Jarno Trulli, menyerukan Hamilton dan Alonso seharusnya kehilangan seluruh poin di klasemen pembalap. "Sulit menghadapi kasus mata-mata. Namun bila sebuah tim didiskualifikasi, seharusnya pembalap mereka juga demikian karena seluruhnya terlibat dan bekerja untuk tim yang sama," protes Trulli, Selasa (25/9) kemarin.

Trulli membandingkan dampak buruk dari kasus spionase di GP AS 2005 lalu saat hanya enam mobil dengan ban Michelin yang berhak membalap atas pertimbangan keselamatan. "Hal ini melukai citra F1 seperti saat kami tidak tampil di AS," lanjut Trulli.

 

Pendapat Berbeda

Rekan setim Trulli di Toyota, Ralf Schumacher memiliki pendapat berbeda. Dia menilai keputusan tersebut sudah adil lantaran pembalap tidak terlibat dalam pengembangan mobil. "Saya tidak tahu tanggapan pembalap lainnya, tapi bagi saya dan orang-orang yang sempat saya ajak bicara, mereka tidak pantas dihukum," cetus Schumacher.

Schumacher meragukan Hamilton dan Alonso memanfaatkan keuntungan dari informasi yang didapat meski saat ini mereka berada di urutan pertama dan kedua klasemen pembalap. Penghapusan poin keduanya malah akan merusak citra seluruh gelaran F1 musim ini.

Hamilton masih memimpin di peringkat teratas dengan keunggulan dua poin atas Alonso. Pembalap Inggris itu tengah mengincar predikat rookie pertama yang memenangkan gelar F1 sejak 1950 silam. Posisi ketiga ditempati pembalap Ferrari Kimi Raikkonen yang menang di seri terakhir Gp Belgia awal bulan ini. Dia berselisih 13 poin dengan Hamilton. (adn/rtr)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)