Persegi Bali FC tak Terganggu
Terkait Pengunduran Jadwal Delapan Besar—
Denpasar (Bali Post) -
Persegi Bali FC kini berada di papan bawah klasemen
sementara. Fakta tersebut membuat pengurusnya tidak
merasa terganggu dengan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI)
yang mengundurkan jadwal babak delapan besar dan akhir
kompetisi Divisi Utama Liga Djarum Indonesia menjadi
Desember mendatang.
''Kami tidak berpikir soal babak delapan besar. Bisa
tetap bertahan di divisi utama saja sudah sangat
bersyukur. Target Persegi Bali musim ini memang hanya
bisa bertahan di divisi utama,'' ujar manajer tim Drs.
Made Sumer dihubungi di Denpasar, Selasa (25/9) kemarin.
Menurut Sumer, kontrak para pemain juga tidak ada
masalah. Ikatan kontrak Wayan Sukadana dan kawan-kawan
baru berakhir Desember. Target lebih tinggi akan
dirancang musim depan jika ada dukungan dana. Yang jelas,
seluruh kontestan kompetisi divisi utama posisinya aman
menyusul akan digelarnya Liga Super mulai tahun depan.
Hingga kemarin, tim besutan Henk Wullems dan Kadek
Swartama belum berlatih sebagai persiapan menyongsong
lanjutan kompetisi Liga Indonesia. Soalnya, para pemain
dan pelatih belum menerima pembayaran gaji selama tiga
bulan dari manajemen. Pengurus Persegi Bali FC sendiri
tidak bisa berbuat apa-apa karena sisa dana bantuan dari
Pemprop Bali belum juga cair.
Bendahara Tim Martinus mengaku sudah bolak-balik
memproses administrasi ke Biro BKPP Bali agar bantuan
segera bisa dikucurkan. Namun, harapan tinggal harapan
alias sia-sia. ''Begitu dana cair, gaji dan katering
akan segera kami bayarkan. Setelah itu, kami harapkan
latihan bisa digulirkan,'' ungkap Martinus.
(kmb11)