kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 26 September 2007

 Olahraga

 

Loudry Janji Berikan yang Terbaik 

Jakarta (Bali Post) -
Untuk
kesekian kalinya, pengumpan (tosser) kawakan Loudry Maspaitella kembali memenuhi panggilan Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) untuk memperkuat tim bola voli Indonesia pada SEA Games XXIV di Thailand, Desember mendatang. Padahal, karyawan Bank BNI 46 ini sudah hampir 16 tahun membela timnas. Terakhir, ia turun pada SEA Games XXIII/2005 di Filipina.

Loudry mengaku masih mampu bersaing dengan dua tosser pelatnas lainnya, Erwin Rusni dan Didi Irwadi, meskipun telah lama tidak berlatih. Loudry merasa masih bisa memberikan kontribusi kepada timnas voli Indonesia.

''Ini merupakan sebuah penghargaan. Saya sebenarnya tidak ada motivasi lagi bermain karena konsentrasi kerja. Saya malu, karena berkali-kali sudah ngomong mundur. Meski begitu, saya akan memberikan yang terbaik. Saya akan bertanggung jawab penuh atas kepercayaan yang diberikan. Saya merasa masih bisa bermain,'' kata Loudry di Jakarta, Selasa (25/9) kemarin.

Loudry sebetulnya enggan kembali ke pelatnas. Apalagi kalau tidak mendapat restu dari jajaran direksi BNI, tempatnya bekerja. ''Saya sudah bertemu direktur, dan beliau memberi jalan kepada saya untuk kembali ke Sentul (Padepokan Voli, tempat pelatnas voli). Kalau jajaran direksi sudah memberi lampu hijau, saya tidak bisa menolak lagi,'' kilah pemain berumur 38 tahun ini.

Ia menyatakan tidak enak bergabung dengan rekan-rekannya karena baru memulai pelatnas ketika pemusatan latihan sudah berjalan lebih dari tiga bulan. Hal seperti ini juga terjadi pada 2005. Loudry saat itu baru bergabung sekitar tiga bulan menjelang SEA Games. ''Saya berharap teman-teman membuka hati. Saya merasa  tidak semua pemain merasa senang dengan kehadiran saya. Ini bukan kemauan saya,'' tambah pemain kelahiran Surabaya ini.

Pemain senior lainnya yang juga dipanggil adalah Mohamad Zainuddin dari DI Yogyakarta. Kedua pemain yang ikut mempersembahkan medali emas SEA Games 2003 tersebut akan langsung dibawa ke Cina untuk mengikuti latihan dan berbagai uji coba. Tim putra dan putri akan berangkat pada 10 Oktober mendatang. Kedua tim masing-masing membawa 14 pemain disertai empat ofisial. Mereka berlatih di Sichuan, kota asal dua pelatih pelatnas, Li Qiujiang (putri) dan Hu Xinyu (putra).

Mamad, panggilan Zainuddin, hingga ini belum menerima surat panggilan.''Sebelum surat itu datang, tentu Mamad belum bisa berangkat. Saya baru mendapat informasi dari Machfud (Irsyada, asisten pelatih), kalau Mamad dipanggil lagi,'' kata Putut Marhaento, pelatih Yuso Yogyakarta, tempat Mamad bergabung.

Saat pelatnas dimulai Mei lalu, Mamad menolak bergabung karena baru saja diterima bekerja di PDAM Bantul, DI Yogyakarta. ''Sekarang waktunya relatif lebih pendek karena hanya sekitar dua setengah bulan sehingga izin kemungkinan diberikan. Kalau sudah ada surat dari PBVSI, kami akan segera mengurus dispensasi ke PDAM,'' tegas Zainuddin. (035)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)