Loudry
Janji
Berikan yang Terbaik
Jakarta (Bali Post) -
Untuk
kesekian
kalinya,
pengumpan (tosser)
kawakan
Loudry Maspaitella
kembali
memenuhi panggilan
Pengurus
Pusat
Persatuan Bola Voli
Seluruh Indonesia (PP PBVSI)
untuk
memperkuat
tim bola
voli Indonesia
pada
SEA Games XXIV di Thailand,
Desember
mendatang.
Padahal,
karyawan Bank BNI 46
ini
sudah hampir 16
tahun
membela timnas.
Terakhir,
ia
turun
pada SEA Games XXIII/2005 di
Filipina.
Loudry
mengaku
masih mampu
bersaing
dengan
dua tosser
pelatnas
lainnya, Erwin
Rusni
dan Didi
Irwadi,
meskipun telah lama
tidak
berlatih.
Loudry
merasa
masih bisa
memberikan
kontribusi
kepada
timnas voli
Indonesia.
''Ini
merupakan sebuah
penghargaan.
Saya
sebenarnya
tidak
ada motivasi
lagi
bermain karena
konsentrasi
kerja.
Saya
malu,
karena berkali-kali
sudah
ngomong mundur.
Meski
begitu, saya
akan
memberikan yang
terbaik.
Saya
akan
bertanggung
jawab
penuh atas
kepercayaan yang
diberikan.
Saya
merasa
masih bisa
bermain,''
kata
Loudry di Jakarta,
Selasa (25/9)
kemarin.
Loudry
sebetulnya
enggan
kembali ke
pelatnas.
Apalagi
kalau
tidak mendapat
restu
dari jajaran
direksi BNI,
tempatnya
bekerja.
''Saya
sudah
bertemu direktur,
dan
beliau memberi
jalan
kepada saya
untuk
kembali ke
Sentul (Padepokan
Voli,
tempat pelatnas
voli).
Kalau
jajaran
direksi sudah
memberi
lampu hijau,
saya
tidak bisa
menolak
lagi,'' kilah
pemain
berumur 38 tahun
ini.
Ia
menyatakan
tidak
enak bergabung
dengan
rekan-rekannya karena
baru
memulai pelatnas
ketika
pemusatan latihan
sudah
berjalan lebih
dari
tiga bulan.
Hal seperti
ini
juga terjadi
pada 2005.
Loudry
saat
itu baru
bergabung
sekitar
tiga bulan
menjelang SEA Games.
''Saya
berharap
teman-teman
membuka
hati. Saya
merasa
tidak
semua
pemain merasa
senang
dengan kehadiran
saya.
Ini
bukan
kemauan saya,''
tambah
pemain kelahiran
Surabaya ini.
Pemain
senior lainnya yang
juga
dipanggil adalah
Mohamad
Zainuddin dari DI
Yogyakarta.
Kedua
pemain yang ikut
mempersembahkan
medali
emas SEA Games 2003 tersebut
akan
langsung
dibawa
ke Cina
untuk
mengikuti latihan
dan
berbagai uji
coba. Tim
putra
dan putri
akan
berangkat
pada 10
Oktober mendatang.
Kedua
tim
masing-masing
membawa 14
pemain
disertai empat
ofisial.
Mereka
berlatih di
Sichuan,
kota
asal
dua pelatih
pelatnas, Li
Qiujiang (putri)
dan Hu
Xinyu (putra).
Mamad,
panggilan
Zainuddin,
hingga
ini belum
menerima
surat
panggilan.''Sebelum
surat
itu
datang, tentu
Mamad
belum bisa
berangkat.
Saya
baru
mendapat informasi
dari
Machfud (Irsyada,
asisten
pelatih), kalau
Mamad
dipanggil lagi,''
kata
Putut Marhaento,
pelatih
Yuso Yogyakarta,
tempat
Mamad bergabung.
Saat
pelatnas
dimulai
Mei lalu,
Mamad
menolak bergabung
karena
baru saja
diterima
bekerja
di PDAM Bantul, DI
Yogyakarta.
''Sekarang
waktunya
relatif
lebih pendek
karena
hanya sekitar
dua
setengah bulan
sehingga
izin
kemungkinan diberikan.
Kalau
sudah ada
surat
dari PBVSI,
kami
akan segera
mengurus
dispensasi
ke PDAM,''
tegas
Zainuddin. (035)