Untitled Document
Untitled Document
» Berita Nusantara
02 Agustus 2009 | BP
Pura Agung Sriwijaya
Di-''empon'' 600 Warga Bali di Palembang
AKTIVITAS ritual umat Hindu di Palembang dipusatkan di Pura Agung Sriwijaya yang berlokasi di Jalan Seduduk Putih, Kota Pelembang. Pura yang dibangun tahun 1981 ini berdiri di atas lahan hibah dari Kodam setempat saat Tri Soetrisno menjabat Pangdam Sriwijaya. Luas lahannya sekitar 30 are. Pura Agung Sriwijaya ini, menurut sesepuh Umat Hindu di Palembang, Dewa Jaya, merupakan satu-satunya pura di Provinsi Palembang.

Umat Hindu di Provinsi Sumsel ini tersebar di sebelas kabupaten dan empat kota. ''Jumlah umat Hindu di Kota Palembang sekitar 100 KK atau sekitar 600-700 jiwa. Umumnya mereka melakukan kegiatan keumatan setiap hari Minggu. Total umat Hindu yang tinggal menyebar di Provinsi Sumsel mencapai 125 ribu jiwa,'' ujar pria yang sudah 45 tahun menetap di Palembang, saat rombongan wartawan asal Bali melakukan persembahyangan dan simakrama dengan penglingsir umat Hindu di wantilan pura setempat, Kamis lalu.

Piodalan di Pura Agung Sriwijaya ini jatuh pada Purnamaning kedasa. Pembangunan pura ini dirintis oleh sejumlah putra Bali yang sempat bertugas di Palembang. Bahkan, menurut Sekretaris PHDI Sumsel I.B. Pudja, dukungan umat terhadap pembangunan pura ini terus meningkat. ''Kami terus menjalin hubungan keumatan dalam wadah suka duka dengan umat dengan mengadakan pasraman termasuk persembahyangan bersama,'' ujarnya.

Menyingung tentang kegiatan suka duka, I.B. Pudja mengatakan terhitung mulai April 2009 ini, Pemkot Palembang telah memberikan hak guna pakai lahan kuburan kepada umat Hindu. Namun lahan ini hingga kini belum ditata termasuk belum memiliki pelinggih prajapati dan belum disengker.

Untuk itu, ia berharap umat Hindu di Bali bisa mendukung peningkatan kualitas umat dan sarana umat di Palembang. ''Kami berharap dukungan moral termasuk dukungan Gubenur Bali Bapak Mangku Pastika yang ayahnya Mangku Ketut Meneng sempat menjadi pamangku di pura ini,'' ujarnya.

Sebelum memiliki lahan kuburan, kata I.B. Pudja, jika ada umat yang meningal mayatnya dikirim ke Bali sesuai asalnya atau dikreamsi. Ia mengatakan sejarah pembanguan pura dan perkembangan umat Hindu di Palembang ini erat kaitannya dengan ditemukannya sejumlah situs Hindu di Bumi Ayu bertahun 817 SM. Di sini juga terdapat kuburan Arya Dilah yang diyakini terkait dengan Arya Damar. (dir)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak