
DENPASAR, BALIPOST.com – Sebagai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar dikenal sebagai pusat pemerintahan dan pariwisata. Namun, tak banyak yang tahu tentang sejarah terbentuknya kota ini.
Berikut 7 fakta yang jarang diketahui tentang Kota Denpasar yang pada 27 Februari 2025 merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-237, dikutip dari website resmi Kota Denpasar. Yuk simak bersama!
1. Awalnya Hanya Sebuah Taman
Sebelum menjadi kota seperti sekarang, Denpasar dulunya hanyalah sebuah taman. Namun, taman ini bukan taman biasa, melainkan taman kesayangan Raja Badung saat itu, Kyai Jambe Ksatrya. Taman tersebut dilengkapi dengan tempat untuk adu ayam, yang merupakan hobi sang raja.
2. Nama “Denpasar” Berarti “Utara Pasar”
Nama “Denpasar” berasal dari dua kata dalam bahasa Bali, yaitu den yang berarti “utara” dan pasar yang berarti “pasar.” Nama ini diberikan karena lokasi taman yang berada di sebelah utara pasar. Kini, taman tersebut telah menjadi Jaya Sabha, rumah jabatan Gubernur Bali.
3. Kota Denpasar Didirikan pada 1788
Secara administratif, Denpasar diakui sebagai sebuah kota sejak tahun 1788. Pendirinya adalah I Gusti Ngurah Made Pemecutan, seorang bangsawan dari Puri Pemecutan. Kota ini mengalami perkembangan yang panjang, bahkan sejak Bali masih dikuasai oleh berbagai kerajaan.
4. Dulunya Bagian dari Wilayah Badung
Sebelum dikenal sebagai Denpasar, wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Badung. Pada masa itu, wilayah Badung dipimpin oleh dua kerajaan besar, yaitu Puri Pemecutan dan Puri Jambe Ksatrya.
5. Dua Pemerintahan dari Keturunan yang Sama
Meskipun ada dua pemerintahan dalam wilayah Badung, keduanya dipimpin oleh keturunan yang sama, yaitu Kyai Jambe Pula.
Pembagian kekuasaan cukup jelas:
Puri Pemecutan menguasai wilayah barat Tukad Badung.
Puri Jambe Ksatrya menguasai wilayah timur Tukad Badung.
6. Dihancurkan oleh Belanda dalam Perang Puputan Badung
Nama Denpasar awalnya tidak merujuk pada sebuah kota, melainkan hanya pada taman tersebut. Namun, ketika Puri Denpasar berdiri, namanya mulai digunakan lebih luas.
Sayangnya, Puri Denpasar dihancurkan oleh Belanda dalam Perang Puputan Badung, sebuah perlawanan heroik rakyat Bali melawan kolonialisme.
7. Puri Denpasar Dibangun Ulang, Tetapi Berubah Nama
Pada 1929, Cokorda Alit Ngurah membangun kembali Puri Denpasar. Namun, karena lokasinya berada di bekas wilayah Puri Jambe Ksatrya, masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Puri Satria, bukan Puri Denpasar.
Sejarah Kota Denpasar menunjukkan betapa pentingnya peran kerajaan-kerajaan di Bali dalam pembentukan kota ini. Dari sekadar taman kerajaan hingga menjadi ibu kota provinsi, Denpasar telah mengalami perjalanan panjang yang penuh sejarah. (Agus Pradnyana/Wahyu Widya/Andin Lyra/Pande Paron/balipost)