Balinomics 2025 yang membahas tentang ekonomi Bali, nasiona, dan global di 2025 digelar di Gedung Bank Indonesia (BI) Bali, Selasa (25/2). (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perekonomian Bali diproyeksikan tumbuh tetap kuat pada 2025 di kisaran 5,0-5,8% (yoy), dan diprakirakan lebih tinggi dari rentang pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,7-5,5% (yoy). Tidak hanya itu inflasi Provinsi Bali pada 2025 diperkirakan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1 persen. Demikan tertuang dalam Balinomics 2025 yang digelar di Gedung Bank Indonesia (BI) Bali, Selasa (25/2).

Begitu pula pertumbuhan kredit di Bali pada 2025 diprakirakan dapat mencapai sasaran Nasional sebesar 11-13% (yoy). Untuk itu diperlukan berbagai upaya termasuk koordinasi agar pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bali tetap kuat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja mengatakan, diperlukan tiga rangkaian kebijakan mendukung pertumbuhan ekonomi seperti makoprudensial, sistem pembayaran dan akselerasi digital.

Baca juga:  Yabes Roni Berlatih di Kampung Halamannya Alor

“Dengan tiga rangkaian tersebut berharap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Erwin mengatakan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) ditingkatkan untuk lebih mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja.

Kemudian, kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.

Advisor Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto menyampaikan Bank Indonesia bersama mitra kerja terkait terus mendorong perekonomian Provinsi Bali dengan koordinasi melalui TPID dan GNPIP guna mencari solusi bersama terhadap potensi instabilitas harga di provinsi Bali, yang mempengaruhi daya beli masyarakat Bali.

Baca juga:  Lapas Tangerang Kebakaran, Puluhan Napi Tewas

BI bersama pemerintah juga terus menjaga inflasi. Flagship program berupa Bali Jagadhita mengintegrasikan promosi Trade, Tourism, and Investment (TTI) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif BI mendorong UMKM Bali.

“Berbagai program digitalisasi terus didorong untuk meningkatkan akses pasar. Termasuk upaya peningkatan ketersediaan uang layak edar terus dilakukan, termasuk persiapan untuk hari raya keagamaan di bulan Maret,” paparnya.

Di tempat sama Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Butet Linda, H. P. menegaskan perekonomian Bali tetap tumbuh kuat sebesar 5,48% (yoy) pada keseluruhan tahun 2024, lebih tinggi dari perekonomian nasional 5,03%, meskipun melambat dibandingkan tahun 2023 sebesar 5,71% (yoy). Demikian pula pada triwulan IV 2024, perekonomian Bali tumbuh 5,19% (yoy) atau di atas nasional 5,02% (yoy), meskipun melambat dibandingkan triwulan III 2024 sebesar 5,43% (yoy).

Baca juga:  Di 2025, UMP Bali Diusulkan Naik hingga 15 Persen

Hal ini dipengaruhi kinerja lapangan usaha (LU) akmamin tetap tinggi sepanjang tahun, dan ditopang LU transgud, konstruksi dan perdagangan yang meningkat.

Butet juga menyampaikan perekonomian Bali diproyeksikan tumbuh tetap kuat pada 2025 di kisaran 5,0-5,8% (yoy). Optimistis ini dengan melihat pemulihan produk pertanian, optimisme investasi dan perdagangan, kebijakan Moneter Pro-Growth dan pariwisata berkualitas.

Begitu pula terkait inflasi Bali 2025 diperkirakan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1 % dengan prakiraan cuaca lebih kondusif, kebijakan Moneter Pro-Stability, sinergi TPIP-TPID, regulasi dan pembiayaan hingga sinergi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). (Suardika/bisnisbali)

BAGIKAN