Alat berat membersihkan sampah di pesisir laut di Kabupate Badung. (BP/Par)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sampah kiriman laut yang menepi di pesisir pantai barat Kabupaten Badung mulai berkurang sejak seminggu terakhir. Namun demikian, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung masih bersiaga, mengingat potensi sampah kiriman masih ada hingga musim hujan benar-benar berakhir.

Koordinator Deteksi dan Evakuasi Sampah Laut (Desalut) DLHK Badung, I Made Gde Dwipayana, mengatakan, berdasarkan pola tahunan, musim sampah kiriman di pantai barat umumnya selesai pada bulan April, ditandai dengan munculnya sampah rumput laut sebagai fase akhir.

“Sampah kiriman ini sangat bergantung pada musim hujan. Biasanya selesai sekitar April, tergantung kondisi cuaca,” ujarnya, Rabu (26/2).

Baca juga:  Pohon Kepuh Roboh, Rusak Pura hingga Minimarket

Menurutnya, intensitas sampah kiriman di pantai barat dari Cemaggi hingga Pecatu saat ini relatif tipis. Mayoritas sampah yang ditemukan berupa ranting dan plastik. Namun, di Pantai Kedonganan dan Jimbaran, volume sampah masih lebih tinggi dibandingkan pantai lainnya, meski sudah mulai menurun.

Saat ini, DLHK Badung berfokus pada penanganan sampah yang telah dikumpulkan di tempat transit sementara (STO), terutama di Pantai Kedonganan dan Jimbaran. Hingga kini, sekitar 1.400 ton sampah atau setara 700 truk telah terkumpul di lokasi tersebut. Setiap harinya, sebanyak 30 truk dikerahkan untuk mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir.

Baca juga:  Staf dan Manajemen H Sovereign Bali Partisipasi di "Suksma Bali"

“Dari semua STO yang ada, hanya STO di Kedonganan dan Jimbaran yang masih banyak. STO di Samigita dan pantai lain sudah hampir habis sampahnya,” katanya.

Sejak awal musim sampah kiriman pada November 2024 hingga Februari 2025, total sampah yang telah ditangani mencapai 3.100 ton. Komposisinya terdiri dari 70 persen sampah organik dan 30 persen plastik. Angka ini hampir sama dengan periode musim sampah tahun lalu, yang mencapai 2.900 ton.

Baca juga:  Ini, Penyebab Banjir di Bypass Ngurah Rai

Saat ini, sekitar 500 personel DLHK bersama 12 alat berat masih disiagakan di sepanjang pantai barat. Penanganan difokuskan pada kawasan Kedonganan, Jimbaran, dan Samigita. Meski intensitas sampah mulai menurun, musim sampah kiriman diperkirakan belum benar-benar berakhir, karena sampah rumput laut yang biasanya menandai akhir musim belum muncul.

“Kami masih terus memantau. Jika sampah rumput laut sudah muncul, itu berarti musim sampah kiriman hampir selesai. Tapi untuk sekarang, sepertinya masih berlanjut,” pungkasnya. (Parwata/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *