
DENPASAR, BALIPOST.com – Tim Unit 2 Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali menggerebek kos-kosan di Jalan Tukad Baru, Pemogan, Denpasar Selatan, Rabu (26/2) malam. Di TKP polisi menangkap pelaku berinisial LH (34) dan mengamankan 1.408 butir pil koplo atau pil putih berlogo Y.
Terkait pengungkapan kasus ini, Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP William Sitorus, S.I.K., Kamis (27/2) mengatakan pengungkapan kasus berawal dari info masyarakat terkait adanya penjualan beberapa sediaan farmasi berupa obat tanpa dilengkapi izin edar di wilayah Kota Denpasar. “Setelah mendapat informasi tersebut, anggota Unit 2 Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Bali melakukan penyelidikan. Mengetahui pelaku ada di kamar kosnya, anggota kami langsung melakukan penggeledahan,” ujarnya.
Selanjutnya, perwira melati dua di pundak ini menjelaskan bahwa ribuan pil koplo ini sudah dikemas dalam paket siap edar karena sudah dibungkus dengan plastik klip. Saat dilakukan penggeledahan di kamar kos pelaku, petugas menemukan satu tas kain hitam berisi pil putih berlogo Y sudah dikemas ke dalam pastik klip.
Satu plastik klip ada yang berisi 8 butir, 10 butir dan 89 butir. Jumlah keseluruhan yang disita 1.408 butir pil koplo.
AKBP William mengungkapkan, selain mengamankan barang bukti pil koplo, petugas menyita satu buah handphone dan uang Rp 555.000 yang diakui pelaku hasil dari penjualan obat terlarang itu. “Saat ini pelaku sudah menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh penyidik,” ungkap William.
Terkait kasus ini, pelaku diduga melakukan tindak pidana di bidang kesehatan. Oleh karena itu pelaku dikenakan Pasal 435 dan/atau pasal 436 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana 12 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar. (Kerta Negara/balipost)