Polisi berada di TKP lakalatas yang menewaskan seorang pemotor asal Banyuwangi, Jatim. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Seorang pemotor asal Banyuwangi mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng pada Selasa (1/4).

Selain pertama kalinya melintas dan tidak mengetahui medan, motor yang dikendarainya mengalami rem blong hingga masuk ke jurang.

Informasi yang dihimpun, musibah kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. Peristiwa itu terjadi di ruas jalan Singaraja – Sambangan kilometer 8700, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Banjar Anyar, Desa Sambangan.

Baca juga:  Tukang Sapu Nyambi Kurir Pil Koplo

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika saat dikonfirmasi Rabu (2/4) membenarkan kejadian itu.

Awalnya, pengendara bernama Gavin Wyman Arya Oematan (21) kelahiran Banyuwangi hendak ke Singaraja.

Korban saat itu membonceng rekannya Agustinus I Putu Rahmadika yang beralamat di Desa Tibubeneng, Badung, mengendarai sepeda motor DK 4502 PBC.

Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalan turunan terjal, rem sepeda motor yang dikendarai justru tidak berfungsi. “Alhasil sepeda motor mengalami hilang keseimbangan dan mengakibatkan kecelakaan tunggal,” jelasnya.

Baca juga:  Kemenpar Targetkan 100.000 Turis Malaysia Kunjungi Banyuwangi

Video kecelakaan keduanya beredar di media sosial. Sepeda motor warna hitam itu nampak masuk ke jurang.

Warga sekitar yang mengetahui ada peristiwa kecelakaan juga berupaya menolong kedua korban dan membawa ke rumah sakit agar segera mendapat pertolongan medis.

Akibat kecelakaan tersebut Gavin mengalami luka pada bagian kepala, mulut mengeluarkan darah, telinga sebelah kanan mengalami robek. Ia sempat menjalani perawatan.

Namun setelah dua jam dirawat, Gavin dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga:  Kompolnas Awards, Kapolda Bali Raih Peringkat Terbaik

“Sementara yang dibonceng (Agustinus) mengalami patah lengan tangan kanan dan mengalami luka robek pada kepala belakang. Saat ini ia rawat di RSUD Buleleng,” sebutnya.

Disinggung kemungkinan korban salah jalur karena menggunakan google maps, AKP Diatmika mengatakan jika korban belum bisa diminta keterangan. “Mengenai hal ini, anggota belum mendapat konfirmasi dari korban, karena korban masih menjalani perawatan,” tandasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN