Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali menggelar kegiatan "ngaturang ayah" di Pura Agung Besakih sebagai bagian dari persiapan Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) yang akan berlangsung pada Purnama Kadasa pada 12 April 2025. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali menggelar kegiatan “ngaturang ayah” di Pura Agung Besakih sebagai bagian dari persiapan Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) yang akan berlangsung pada Purnama Kadasa pada 12 April 2025.

Kegiatan ini bertepatan dengan upacara “Masang Busana Pelinggih,” yang merupakan tahapan penting dalam rangkaian prosesi keagamaan di pura terbesar di Bali ini.

Dalam kegiatan tersebut, anggota WHDI Provinsi Bali turut serta dengan penuh semangat dan rasa bakti dalam mejejahitan, menyiapkan perlengkapan upacara yang akan digunakan pada hari itu.

Baca juga:  Serangkaian Karya IBTK, Tiga Sulinggih Puput Tawur Tabuh Gentuh di Pura Agung Besakih

Kehadiran WHDI Provinsi Bali di Pura Agung Besakih menjadi wujud nyata kontribusi perempuan Hindu dalam menjaga dan melestarikan tradisi adat serta nilai-nilai spiritual dalam kehidupan beragama.

Ketua WHDI Provinsi Bali, Tjokorda Istri Sri Ramaswati, menyampaikan partisipasi dalam kegiatan ini adalah bentuk dukungan dan tanggung jawab moral WHDI dalam upacara-upacara keagamaan yang memiliki makna mendalam bagi umat Hindu di Bali.

“Kami ingin terus berperan aktif dalam setiap prosesi adat dan keagamaan, karena ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menjaga warisan leluhur,” ujarnya dalam keterangan pers diterima Bali Post.

Baca juga:  Panca Wali Krama, Pura Mandara Giri Semeru Agung Gelar Mapepada Wewalungan

Puncak karya IBTK merupakan momen sakral yang dipercaya sebagai turunnya manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa ke dunia untuk memberikan anugerah dan kesejahteraan bagi umat manusia. Oleh karena itu, persiapan yang matang diperlukan agar upacara berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat.

Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi WHDI Provinsi Bali untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat peran perempuan dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Bali. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, WHDI berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian budaya dan adat Bali untuk generasi mendatang. (kmb/balipost)

Baca juga:  Ikuti Persembahyangan "Majaya-jaya" di Pura Agung Besakih, Bupati Sanjaya Mohon Kerahayuan Jagat
BAGIKAN