Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Badung sedang memotong daging, Rabu (2/4). (BP/Wahyu Widya)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pasokan ayam di Pasar Badung usai Lebaran masih relatif stabil. Hal ini seiring adanya masa panen yang tengah berlangsung di Bali. Meski pun, pasokan dari luar Bali agak tersendat karena pemasoknya mudik.

Para pedagang menyebut harga ayam yang sebelumnya Rp40.000 per kilogram kini turun menjadi kisaran Rp35.000 per kilogram.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Badung, Ibu Genting, menyatakan bahwa penurunan harga ini terjadi karena saat ini sedang musim panen. “Harga ayam sudah murah karena sudah panen sekarang. Biasanya harganya Rp40.000, sekarang turun jadi Rp35.000,” ujar Ibu Genting yang berasal dari Denpasar Timur ini, Rabu (2/4).

Baca juga:  Tim Relawan Prabowo – Gibran Siap Kawal Pembangunan Bandara di Bali Utara

Ia menambahkan bahwa pasokan ayam di Bali saat ini cukup melimpah sehingga tidak terjadi kelangkaan.

Namun, ia juga mengakui ada sedikit kendala akibat pasokan ayam dari luar Bali mengalami keterlambatan akibat mudik Lebaran.

Hal senada juga disampaikan oleh Wayan Suri, pedagang ayam asal Kesiman, Kertalangu. Menurutnya, harga ayam setelah perayaan hari besar keagamaan masih stabil. “Dibilang turun tidak, dibilang naik juga tidak. Harganya tetap stabil,” ujarnya.

Baca juga:  Perayaan Nataru, Bandara Ngurah Rai Antisipasi Lonjakan COVID-19 hingga Ancaman Teror Bom

Suri juga menuturkan bahwa pasokan ayam masih cukup lancar, meskipun sebagian besar ayam yang dijual berasal dari luar Bali. “Stok ayam di Bali tetap ada, meskipun masih ada pengaruh dari arus mudik Lebaran,” tambahnya.

Para pedagang optimis pasokan ayam tetap mencukupi kebutuhan menjelang hari-hari besar mendatang. (Wahyu Widya/balipost)

BAGIKAN