Kondisi RSUD Wangaya bagian poliklinik dan area registrasi (BP/May)

DENPASAR, BALIPOST.com – RSUD Wangaya akan membangun gedung poliklinik. Hal itu karena gedung poli saat ini merupakan gedung lama dan memiliki keterbatasan ruang.

Direktur RSUD Wangaya Kota Denpasar dr. AA. Made Widiasa, Sp.A., MARS, M.H.Kes., Kamis (3/4) mengatakan, gedung poliklinik saat ini kondisinya terpisah – pisah, tidak terintegrasi sehingga agak menyulitkan pasien yang memerlukan pelayanan yang lebih dari satu poliklinik.

Selain itu, gedung poliklinik yang di bagian depan pun merupakan gedung lama yang memerlukan banyak perbaikan dan ada beberapa poliklinik yang belum mendapat ruangan sehingga harus berbagi dengan poliklinik lain.

Dengan jumlah kunjungan rata-rata tahun 2024 yaitu 437 per hari ditambah kondisi fisik gedung, maka RSUD Wangaya perlu membangun gedung poliklinik baru yang terintegrasi satu dengan lainnya. “Nantinya poliklinik akan dibangun dalam satu gedung yang terintegrasi sehingga memudahkan layanan kepada pasien,” ujarnya.

Baca juga:  3 Bulan Terakhir, Angka Kasus DBD di Tabanan Alami Peningkatan

Pembangunan gedung poliklinik rencananya akan mengambil tempat di area depan rumah sakit. Saat ini RSUD Wangaya memiliki 34 poliklinik dengan beberapa layanan masih bergabung dalam satu ruangan seperti poliklinik gigi menjadi satu dengan bedah mulut, poliklinik bedah umum mash menjadi satu dengan bedah ortopedi dan bedah digestive.

Ke depannya layanan-layanan yang membutuhkan ruangan tersendiri akan dipisahkan dan akan ditambahkan layanan sub spesialis pada beberapa poliklinik seperti jantung intervensi, neurologi intervensi dan kemoterapi.

Baca juga:  Kasus COVID-19 di Denpasar Mulai Naik, RSUD Wangaya Tambah Kapasitas Bed

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, belum lama ini mengatakan, pengadaan barang dan jasa (PBJ) Denpasar dan dinas terkait akan merapatkan progres program dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). “Saat ini masih proses beauty contest dan pemerintah pusat sudah komitmen untuk itu karena minggu lalu Bapenas dan PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia) dan Kementerian Keungan sudah langsung bertemu dengan kita juga untuk 3 KPBU ini,” ujarnya.

Dikatakan progres pengadaan dengan skema KPBU di RSUD Wangaya sudah berjalan 40 persen. Ada keinginan Wali Kota melakukan pembangunan di bagian polikinik dengan dana pinjaman dari Bank Daerah, sisanya dilakukan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha).

Baca juga:  Bertambah 8 Pasien Positif COVID-19, Gianyar Juga Laporkan 1 Kasus Meninggal

“Pinjaman di bank daerah masih kita hitung karena kebutuhan anggaran poliklinik Rp100 M-Rp120M, itu kita rencanakan pinjaman daerah, kemudian sisanya baru KPBU,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan RS Wangaya dilakukan secara bertahap, tidak bisa secara keseluruhan karena layanan kesehatan harus tetap jalan. “Oleh karena itu, langkah Wali Kota membangun poliklinik terlebih dahulu, setelah itu proses KPBU selesai, baru dilanjutkan dengan gedung yang lain, itu skenario kita,” bebernya.

Targetnya pembangunan poliklinik tahun 2026 selesai, tahapan KPBU selesai 2027. “Baru kemudian dilanjutkan 2028 -2029 sudah selesai semua karena kondisi RS Wangaya tidak boleh kita bangun keseluruhan karena pelayanan harus kita lakukan,” ujarnya. (Citta Maya/Balipost)

BAGIKAN