
NEGARA, BALIPOST.com – Jasad Mr X yang ditemukan mengambang di perairan Gilimanuk, Sabtu (5/4) pagi terkuak identitasnya.
Berdasarkan keterangan keluarga dan barang-barang yang melekat pada tubuh korban, mayat tersebut dipastikan adalah I Komang Soma Merta, warga Banjar Tengah, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Komang Soma sebelumnya menjadi korban tenggelam saat cuaca buruk Sabtu (22/3).
Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, membenarkan bahwa jasad yang semula tidak dikenal itu kini telah berhasil diidentifikasi.
“Korban dikenali oleh pihak keluarga dari gelang yang dikenakannya. Istrinya memastikan bahwa itu adalah gelang Tridatu yang ia pasangkan sendiri di tangan suaminya sebelum kejadian,” ujarnya.
Istri korban, Ketut Sumardiasih, yang datang ke RSU Negara memberikan kesaksian bahwa suaminya hilang setelah tenggelam di Pantai Muara Perancak pada Sabtu, 22 Maret 2025. Saat melihat jasad yang ditemukan, ia mengenali sejumlah ciri khas yang melekat pada tubuh korban.
“Gelang Tridatu di tangan kanan itu saya yang pasangkan seminggu sebelum kejadian. Di tangan kiri juga ada dua gelang karet hitam yang biasa ia pakai. termasuk celana dalam berwarna hijau lumut itu juga sering saya cuci,” ungkapnya.
Komang Soma Merta sempat hilang terseret arus saat badai di perairan selatan Bali Sabtu (22/3) lalu. Soma saat itu menceburkan diri dari kapal untuk memperbaiki tali yang rusak usai memancing.
Namun nahas korban tenggelam di perairan Muara Perancak tersebut dan tidak diketemukan. Tim SAR juga sempat melakukan pencarian hingga seminggu hingga dihentikan karena tidak ditemukan. Kini tepat dua pekan setelah korban hilang, ditemukan di arah barat di Pantai Gilimanuk.
Pihak RSU Negara yang menangani jasad korban menyampaikan bahwa kondisi tubuh telah mengalami kerusakan parah, terutama pada wajah dan jari-jarinya. Pengambilan sidik jari tidak dapat dilakukan karena jari korban sudah hancur.
Namun, beberapa barang bukti yang melekat pada tubuh korban menjadi petunjuk penting dalam proses identifikasi. Di antaranya adalah gelang Tridatu dan dua gelang karet hitam, serta celana dalam hijau lumut yang dikenali oleh pihak keluarga.
Kapolres Jembrana menyatakan bahwa dengan identifikasi ini, proses pemulangan dan penanganan jenazah selanjutnya akan dilakukan oleh pihak keluarga sesuai adat setempat. (Surya Dharma/balipost)