Krama Banjar Sampalan, Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, menggelar upacara ngadegang. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Krama Banjar Sampalan, Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, menggelar upacara ngadegang. Upacara ini digelar setiap tahun sekali, menjelang Tilem Sasih Kapitu.

Ngadegang pelawatan barong dan penyungsungan lainnya diawali dengan melasti menuju pantai setempat. Prosesi sakral ini berlangsung hikmat. Seluruh krama banjar setempat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian ini.

Pakelih Banjar Sampalan, I Dewa Made Sudana belum lama ini, menyampaikan upacara ngadegang biasanya pelaksanaan upacara ini dilangsungkan pada akhir tahun. Tetapi sekarang sesuai wariga pelaksanaan menjadi Minggu akhir bulan Januari lalu.

Baca juga:  Kebijakan Prioritas Transportasi Hijau Gubernur Koster Dapat Dukungan dari MCC AS

Upacara ngadegang merupakan ritus mengharmonisasi buana agung dan buana alit atau peneduh jagat. Ngadegang pelawatan barong dan lainnya ini, kemudian ngadeg atau nyejer selama 11 hari.

Begitu juga mendak Ida Bhatara Tirta dari Pura Kahyangan Jagat se-Nusa Penida. Nantinya saat penyineban dibagikan kepada krama, kaketisang di parahyangan, pawongan serta palemahan masing-masing rumah.

Ngadegang, kata Dewa Sudana yang juga Ketua Panitia, sebagai makna mengingatkan umat atau karma agar tetap menjaga keseimbangan antara bhuana alit dengan bhuana agung. Dualitas keduanya saling berhubungan dimana antara manusia dengan pencipta, alam serta manusia itu sendiri dan juga meningkatkan spiritual umat.

Baca juga:  Desa Adat Kuwum Swadaya Beli Lahan untuk BUPDA

Usai pamelastian di segara, Pelawatan Barong Bangkal dan pelawatan lainnya kairing menuju perempatan desa. Pecalang mengatur arus lalu lintas yang selama 45 menit terhenti, karena prosesi itu. Pemangku kemudian menghaturkan segehan agung lengkap dengan penyambleh ayam hitam.

Musim pancaroba saat ini,  kata Dewa Sudana menjadikan upacara ini sebagai peruwatan jagat dimana secara niskala dan sekala. Pada sore hari upacara persembahyangan dilangsungkan Krama Banjar Sampalan dengan berbagai tari wali sebagai persembahan. Yakni Tari Rejang Dewa yang dibawakan oleh anak-anak, Tari Rejang Dedari dibawakan oleh Sekaha Teruni ditutup dengan Tari Wali Pendet Pasepang. (Bagiarta/balipost)

Baca juga:  Wagub Cok Ace Ungkap Makna Tumpek Wariga di Hadapan 2 Menteri
BAGIKAN