Petugas sedang membersihkan Gedung Ksirarnawa yang terendam karena meluapnya sungai di dekat Taman Budaya, Denpaaar. (BP/Pande Paron)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hujan lebat yang mengguyur Kota Denpasar pada Selasa (25/2) menyebabkan banjir di beberapa titik, termasuk di kawasan Taman Budaya Bali atau yang dikenal sebagai Art Center.

Salah satu gedung yang terdampak cukup parah adalah Gedung Ksirarnawa, yang terendam akibat luapan sungai di sekitar kompleks tersebut.

Dari pantauan di lokasi, Rabu (26/2), air sungai yang meluap memasuki area dalam gedung, menyebabkan genangan di lantai utama.

Beberapa bagian gedung, termasuk area stand dan akses masuk, turut tergenang air dengan ketinggian semata kaki

Pihak pengelola Gedung Ksirarnawa segera melakukan upaya penanganan dengan membersihkan air yang menggenang di dalam gedung. Selain itu, petugas kebersihan juga dikerahkan untuk membersihkan lumpur dan sampah yang terbawa banjir.

Baca juga:  Hadiah IndiHome Miliarder Diserahkan

Banjir  yang melanda kawasan sekitar Art Center juga menyebabkan acara Ramah Anak dalam rangka Bulan Bahasa Bali pada hari ini, Rabu (26/2) terpaksa ditiadakan. Pihak penyelenggara acara sepakat mengumukan  pembatalan kegiatan tersebut demi kelancaran acara.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Gedung Ksirarnawa mulai berangsur normal, meskipun masih ada sisa-sisa genangan di beberapa titik.

Sementara itu, Made Sudiastini, Salah satu panitia kegiatan Ramah Anak mengonfirmasi bahwa acara ditunda karena masih dilakukan proses pembersihan. “Kemarin air sungai di jembatan itu meluap dan masuk ke dalam gedung Ksirarnawa. Untuk hari ini kegiatannya diundur, dan tadi pagi saya sudah menghubungi Dinas Pendidikan serta pengisi acara di ruang ramah anak. Kami sepakat untuk meliburkan kegiatan hari ini karena area tersebut masih basah dan kotor. Kami tidak ingin anak-anak merasa tidak nyaman,” ujar Sudiastini saat diwawancarai melalui video conference.

Baca juga:  Penggerebekan Rumah Anggota Dewan, 6 Orang Ditetapkan Tersangka

Ia juga menyampaikan kegiatan akan diundur hingga Kamis, tergantung pada kondisi lokasi. Jika pembersihan telah selesai dan area sudah siap digunakan, acara akan kembali berlangsung seperti biasa. “Jika ruang Ramah Anak sudah bisa digunakan, besok kita mulai lagi,” tambahnya.

Harapan ke depan, panitia ingin kegiatan ini bisa terus diselenggarakan setiap tahun untuk memperkenalkan bahasa, aksara, dan sastra Bali kepada anak-anak sejak usia dini. “Peserta kita terdiri dari anak-anak TK dan SD. Tujuan utama kegiatan ini adalah membuat mereka semakin tertarik dan semangat belajar bahasa Bali,” tutupnya.

Baca juga:  Ribuan Penjor Dipasang Sambut KTT G20, Pemprov Bali Anggarkan Miliaran Rupiah

Kegiatan Bulan Bahasa Bali sendiri merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk melestarikan dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa serta sastra Bali di kalangan generasi muda. Dengan adanya penundaan ini, panitia berharap kegiatan dapat berjalan lebih optimal dalam kondisi yang lebih nyaman bagi peserta. (Agus Pradnyana/Wahyu Widya/Pande Paron/Andin Lyra/balipost)

BAGIKAN