Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati, M.Kes.(kanan) (BP/May)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) sejak dilaksanakan pertama kali di Denpasar 10 Februari lalu, sungguh mencengangkan. Sebesar 84,54 persen pasien yang melaksanakan CKG menunjukkan kemungkinan gejala depresi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati, M.Kes. Jumat (28/2) mengatakan, berdasarkan data per 27 Februari, dari 700 orang pendaftar, hanya 310 orang yang hadir untuk CKG dengan rata-rata kunjungan per hari sebanyak 19 orang.

Pemeriksaan yang banyak dilakukan yaitu pemeriksaan lingkar perut sebanyak 292, mata dan telinga sebanyak 278 orang, kanker leher rahim sebanyak 53, kanker usus sebanyak 11, kanker paru 32, PPOK 97, TB 13, Jiwa 322, Hepatitis B 29 dan anemia 21.

Baca juga:  Istri Kadiv Propam Polri Alami Depresi dan Gangguan Sulit Tidur

Dari 292 orang yang diperiksa lingkar perut, hasilnya terdapat obesitas sentral sebesar 43,49 persen. Sementara dari pemeriksaan aktivitas fisik sebanyak 321 orang, terdapat 75,39 persen kurang melakukan aktivitas fisik sebesar.

Selain itu, dari 48 orang yang diperiksa berdasarkan hasil assemen (wawancara), ada sebanyak 14,58 persen berisiko jantung. Dan dari 322 orang yang diperiksa kesehatan jiwanya, terdapat 83,54 persen menunjukkan kemungkinan gejala depresi.

Dengan hasil tersebut, selanjutnya petugas tenaga kesehatan memberikan edukasi atau rujukan sesuai dengan hasil pemeriksaan. Setelah cek kesehatan itu, ada pola – pola tertentu yang dilakukan pemkot untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kota.

Baca juga:  Turun ke Masyarakat, Gubernur Tak Ingin Penyambutan Berlebihan

Yaitu, promosi kesehatan, melakukan kampanye kesehatan melalui media sosial, radio, dan televisi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, serta memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang cara hidup sehat, pengobatan penyakit, dan pencegahan penyakit.

Pelayanan kesehatan seperti puskesmas juga terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan termasuk penambahan fasilitas dan tenaga kesehatan serta lebih memberdayakan posyandu termasuk penambahan fasilitas dan tenaga kesehatan. “Semua puskesmas di Kota Denpasar siap melayani CKG, dan kebutuhan alat dan obat dilakukan melalui penganggaran bersumber dana baik dari daerah maupun pusat,” imbuhnya.

Selain itu juga dilakukan pencegahan dan pengendalian penyakit, melakukan vaksinasi secara rutin untuk mencegah penyebaran penyakit, seperti vaksinasi HPV, dan vaksinasi lainnya. Sementara dalam rangka pengendalian penyakit dengan melakukan pemberantasan penyakit secara rutin, seperti pemberantasan nyamuk demam berdarah, pemberantasan tikus, dan pemberantasan penyakit lainnya.

Baca juga:  Kenali Tanda-tanda Stres Pada Remaja Sebelum Terlambat

Pengawasan lingkungan juga dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit, seperti pengawasan kualitas air, dan pengawasan lingkungan lainnya. “Kami juga membagun kemitraan, kerja sama dengan masyarakat, organisasi kesehatan dan sektor swasta bekerja sama dengan organisasi kesehatan, masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program kesehatan serta sektor swasta untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” ujarnya. (Citta Maya/Balipost)

BAGIKAN