I Gusti Agung Rai Suryawijaya. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengimbau industri pariwisata untuk ikut serta menjaga adat dan budaya Bali. Salah satunya mendorong penggunaan aksara Bali di sektor tersebut, seperti hotel dan restoran.

Terkait imbauan tersebut, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya saat diwawancarai Jumat (28/2) mengatakan, sudah sekitar 50 persen hotel dan restoran yang telah menggunakan akasa Bali terutama dalam papan nama perusahaan. Pihaknya menyambut baik hal tersebut, untuk mendukung kelestarian aksara Bali sehingga tidak punah.

Baca juga:  Pesilat SMAN 2 Tabanan Sabet 2 Emas

Selain itu penggunaan aksara Bali ini, juga menjadi karakter pariwisata Bali sehingga sangat bagus untuk diterapkan. “Sama halnya saat kita ke Jepang, Bangkok itu ada tulisan mereka. Itu ciri khas mereka. Itu kita sangat dukung,” katanya.

Namun kata dia, ada kendala bagi hotel dan restoran yang menggunakan istilah asing. Karena Aksara Bali ada beberapa huruf yang tidak tersedia, seperti huruf F dan sebagainya. “Saya mengikuti Bulan Bahasa Bali. Ada beberapa kata asing yang tidak bisa dituliskan ke Bali. Ini belum tau apa keputusannya, apa yang mengubah itu,” katanya.

Baca juga:  Kembali, KMB Serahkan Bantuan ke Korban Gempa Lombok

Terkait penulisan aksara Bali di hotel-hotel ini, kata dia, pelaku pariwisata sudah bekerja sama dengan pihak yang mumpuni di bidangnya. Salah satunya bekerja sama sengan perguruan tinggi terkait yang ahli di bidang bahasa Bali. Bahkan saat ini kata dia sudah ada font aksara Bali.

ia mengaku sosialisasi ke anggotanya sudah dilakukan dan beberapa juga akan didorong untuk mengikuti imbauan tersebut. Nantinya, kata dia, akan ada tim dari pemerintah yang mengawasi hal tersebut. Pihaknya mendorong agar Perda dan Pergub yang telah dikeluarkan bisa dioptimalkan implementasinya untuk mendukung budaya dan pariwisata Bali. (Widiastuti/bisnisbali)

Baca juga:  Bupati Gede Dana Genjot Sektor Pertanian
BAGIKAN