
DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Jumat (14/3), Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan layanan pembayaran QRIS Tanpa Pindai (Tap) berbasis Near Field Communication (NFC). Sistem kerjanya memungkinkan pengguna menempelkan ponsel ke mesin pemindai saat membayar belanjaan, KRL maupun MRT.
Sehari berselang, Sabtu (15/3), BRI menghadirkan QRIS Tap, fitur pembayaran berbasis NFC yang memungkinkan pelanggan melakukan transaksi hanya dengan menempelkan ponsel ke mesin EDC BRI. Dengan teknologi ini, nasabah tidak perlu lagi memindai QR Code atau memasukkan nominal secara manual, sehingga transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.
Adanya inovasi ini, menurut salah satu nasabah BRI, Wayan Adnyana, sangat membantu dalam bertransaksi.
Pria yang mengaku kerap menggunakan BRImo dalam bertransaksi ini sejak beberapa hari lalu sudah penasaran dengan adanya fitur “tap to pay” di aplikasi super apps milik BRI itu.
Fitur baru ini muncul setelah dia melakukan update aplikasi BRImo di Google Play Store pada 13 Maret lalu. “Begitu ada notifikasi untuk update BRImo, saya melakukan update. Setelah update ternyata ada fitur “tap to pay.” Saya waktu itu mikirnya, fitur baru apa ya ini? Kemudian saya baca berita kalau BRI menghadirkan QRIS Tap,” ujarnya, Senin (16/3).

Hadirnya fitur baru ini, menurut pria asal Tabanan itu akan makin memudahkan nasabah dalam bertransaksi, terutama di lokasi-lokasi yang hanya melayani transaksi NFC. Seperti, toll gate Bali Mandara, pembayaran parkir di Bandara Ngurah Rai dan sejumlah mal di Bali.
“Sebelum ada QRIS Tap, kita kan menggunakan kartu e-money untuk transaksi NFC. Nah, dengan adanya QRIS Tap lewat BRImo, gak perlu susah-susah top up e-money (electronic money). Cukup akses QRIS Tap di BRImo,” sebutnya.
Ia pun mengaku sudah menanyakan metode pembayaran QRIS Tap ini di merchant BRI. Saat itu, ia yang bertransaksi di salah satu kafe di Denpasar, dilayani kasir dengan menyodorkan mesin EDC.
Dituturkannya, ketika itu ia membuka aplikasi BRImo dan mengklik fitur “tap to pay.” Sayangnya, transaksi disebutnya gagal dilakukan. Akhirnya, ia menggunakan metode scan QRIS.
Menurutnya sosialisasi terkait keberadaan QRIS Tap perlu mulai dilakukan. “Untuk mencoba layanan ini sudah pernah sekali. Saya gak tau di mana saja layanan ini bisa digunakan. Tapi kalau dari yang saya baca, QRIS Tap ini bisa digunakan bertransaksi tanpa perlu scan QRIS maupun menggunakan kartu e-money,” kata Adnyana.
Dukung Transaksi Transportasi
Dikonfirmasi terkait QRIS TAP ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Erwin Soeriadimadja menyampaikan, layanan ini sebagai inovasi baru QRIS menggunakan teknologi NFC. QRIS Tap berbeda dengan metode QRIS konvensional dengan pindai barcode.
“Transaksi QRIS Tap dilakukan dengan mendekatkan smartphone yang memiliki fitur NFC ke mesin reader merchant, tidak menggunakan scan kamera,” jelasnya,
QRIS Tap diklaimnya sangat mendukung transaksi untuk transportasi umum, seperti transportasi umum dan tol yang membutuhkan waktu transaksi yang cepat, karena tidak memerlukan pemindaian, dan cukup mendekatkan HP ke mesin reader. Sehingga QRIS Tap diharapkan akan banyak digunakan oleh pengguna transportasi umum yang membutuhkan kecepatan bertransaksi.
Erwin mengakui beberapa penyedia jasa pembayaran (PJP) telah mengikuti piloting. PJP ini diharapkan sudah siap mengimplementasikannya pada saat diluncurkan secara resmi.

Melansir rilis BRI, inovasi terbaru QRIS Tap adalah fitur pembayaran berbasis NFC yang memungkinkan pelanggan melakukan transaksi hanya dengan menempelkan ponsel ke mesin EDC BRI. Dengan teknologi ini, nasabah tidak perlu lagi memindai QR Code atau memasukkan nominal secara manual, sehingga transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.
Direktur Retail Funding and Distribution BRI Andrijanto menegaskan kehadiran QRIS Tap merupakan langkah strategis BRI dalam mempercepat adopsi pembayaran digital di Indonesia. “BRI terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang memberikan kemudahan bagi nasabah dan pelaku usaha. Dengan QRIS Tap, transaksi menjadi lebih efisien, aman, dan nyaman, sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan sistem pembayaran digital,” ungkap Andrijanto dalam keterangan tertulis.
Ia mengatakan BRI tidak hanya meluncurkan fitur ini secara seremonial, tetapi juga menghadirkan implementasi showcase QRIS Tap di semua titik EDC di berbagai sektor. Sebagai contoh di bidang transportasi publik, QRIS Tap kini dapat digunakan untuk tap-in dan tap-out di MRT, Royal Trans, dan DAMRI. Di sektor ritel modern, teknologi ini telah diterapkan dalam transaksi di merchant. (Diah Dewi/balipost)