
DENPASAR, BALIPOST.com – Ribuan umat Hindu di Denpasar dan Badung mengikuti prosesi melasti di Pantai Padanggalak, Kesiman. Hari ini, Rabu (26/3) adalah puncak melasti serangkaian Hari Raya Nyepi.
Desa Adat Tingas, Badung mengawali melasti di Padanggalak mulai pukul 02.00 dini hari. Secara umum prosesi melasti tahun ini kebanyakan dilakukan dengan nenggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.
Hanya krama Hindu Desa Adat Tembawu dan Kesiman yang melasti dengan berjalan kaki. Semakin pagi Pantai Padanggalak dipenuhi oleh umat yang mengikuti prosesi melasti.
Usai Desa Adat Tingas, disusul kedatangan krama Desa Adat Taman Poh Manis Penatih, Dangin Puri yang tiba di lokasi pukul 04.00 dini hari. Disusul Desa Adat Praupan, Desa Adat Kedua, Desa Adat Bekul, Desa Adat Peguyangan Kangin.
Menjelang siang disusul Desa Adat Pagan,Tonja, Kelandis, Praupan, Sumerta dan Oongan. Sore hari ditutup krama Desa Adat Kesiman sebagai pemucuk melasti karena disertai dengan ngaturang hidangan dan paklem ke Segara Padanggalak.
Jro Bendesa Adat Taman Poh Manis Penatih, I Ketut Nesa Ariana mengungkapkan krama desa adat sudah berkumpul mundut pratima dan pralinngga Ida Bhatara di Pura Bale Agung pada pukul 04.00 dini hari. Ida bhatara dan pralingga Ida Bhatara makabehan sudah dipundut ke bale agung pada Senin lalu.
Usai melasti di Panggadalak jagi katuran ayaban sodan daa nyejer hingga Jumat, 28 Maret mendatng. Saat itu ida bhatara nodia tawur di desa dan sorenya katurang budal ke payogan masing-masing.
Ia berharap melasti dan rangkaian Nyepi kali ini berjalan tertib dan patut dijaga kesuciannya oleh semua komponen masyarakat. Apalagi perayaan Nyepi dan Catur Brata Penyepian kali ini bersamaan dengan bulan suci ramadhan dan Idul Fiitri.
Ia mengajak mari kita bersama-sama mengkondisikan agar Bali ini ajeg dan aman. Sementara itu aparat kemanan tampak berjaga-jaga di setiap persimpangan jalan.
Mereka menguitamkan umat yang melakukan melasti dengan berjalan kaki dan melakukan rekayasa lalu linta sehingga jalan Bypass Ngurah Rai dan Waribang tak mengali kemacetan. Bahkan pihak polsek menerjunkan intel dan babinsanya guna mengawal semua krama desa adat yang menggelar prosesi melasti. (Sueca/balipost)