
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kebakaran menghanguskan kandang ayam milik I Wayan Subamia (56) di Desa Tusan Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Kamis (27/3). Api cukup sulit dipadamkan, karena di lokasi api sudah cukup besar.
Akibat peristiwa itu, belasan ribu ekor ayam di dalam kandang ikut terpanggang. Kasatpol PP dan Damkar Klungkung Dewa Putu Suwarbawa, mengatakan peristiwa itu terjadi pagi sekitar pukul 05.20 WITA.
Setelah Tim Damkar menerima laporan dari seorang warga Nyoman Susanta, Tim Damkar segera ke TKP dengan kekuatan penuh 10 personel dan 2 armada Damkar.
Sampai di TKP, Tim Damkar langsung melakukan pemadaman. Kobaran api sudah cukup besar. Sehingga dengan penanganan maksimal, kobaran api di kandang ayam baru dapat dipadamkan dalam durasi waktu 2 jam.
“Seluruh areal kandang ayam berukuran 50 m x 12 m ludes terbakar dan ayam sebanyak 18.000 ekor ayam ikut terbakar,” terang Suwarbawa.
Dia menambahkan, kandang tersebut sesungguhnya baru diisi ayam sehari sebelumnya, Rabu (26/3). Sesuai keterangan pemilik ayam, umur ayam peliharaannya antara 1 sampai 10 hari.
Sehingga sangat membutuhkan suhu yang hangat, agar bisa berkembang dengan baik. Proses penghangatan ini diperkirakan menjadi penyebab terjadinya kebakaran.
Setelah anggota Tim Damkar sampai di lokasi, diakui api sudah sangat besar, karena bahan-bahan di lokasi yang mudah terbakar. Seperti pakan ayam, hingga alat-alat tempat makan ayam dari plastik, semua juga ikut ludes terbakar.
“Kondisi kandang itu terbuat dari kayu dan bambu. Setelah 2 jam penanganan, api kebakaran sudah dapat tertangani,” tegasnya.
Dalam penanganan kebakaran itu, Anggota Damkar turut dibantu kepolisian, Satpol PP dan masyarakat setempat. Sehingga kebakaran areal kandang yang cukup luas, dapat tertangani lebih cepat.
Akibat peristiwa itu, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar lebih. Suwarbawa kembali mengingatkan ke depan agar berhati-hati dengan berbagai sumber api maupun panas di dalam setiap kegiatan usaha.
Pastikan semua yang terpasang dan digunakan dalam keadaan aman. Sehingga diharapkan ke depan tidak terjadi peristiwa serupa yang amat merugikan kalangan pengusaha. (Bagiarta/balipost)