
NEGARA, BALIPOST.com – Sudah 300 ribuan orang tercatat menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk dalam 5 hari terakhir.
Jumlah orang keluar Bali menjelang Lebaran ini masih terus bertambah hingga menjelang Lebaran pekan depan.
Jumlah arus mudik tersebut, melampaui jumlah penduduk satu Kabupaten di Bali yakni Jembrana yang tercatat sekitar 280 ribu jiwa. Puncak arus mudik lebih cepat dibandingkan tahun lalu, dengan adanya kebijakan libur lebih awal dan jadwal penutupan operasional penyeberangan selama sehari karena Hari Raya Nyepi.
Dari data posko Gilimanuk selama 24 jam pada H-5 atau Rabu (26/3) hingga Kamis (27/3) pagi, terjadi lonjakan signifikan pergerakan penumpang dan kendaraan di lintasan Bali-Jawa.
Dalam sehari itu, jumlah penumpang mencapai 74.113 orang, meningkat 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 51.339 orang.
Peningkatan juga terjadi pada jumlah kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa, mencapai 24.188 unit atau naik 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 16.309 unit.
Antrean kendaraan pada Rabu mengular hingga 4 kilometer masuk kawasan hutan Cekik.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin, Kamis (27/3) mengatakan peningkatan arus penyeberangan diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga puncaknya pada H-3 atau 28 Maret atau menjelang Nyepi.
ASDP terus memantau pergerakan penumpang dan kendaraan, serta mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan di pelabuhan.
Penutupan layanan transportasi selama Nyepi merupakan kebijakan rutin yang berlaku di seluruh moda transportasi darat, laut, dan udara di Bali.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Yani Andriyanto menambahkan bahwa Pelabuhan Ketapang akan ditutup mulai 28 Maret pukul 17.00 WIB hingga 30 Maret pukul 06.00 WIB.
Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup mulai 29 Maret pukul 05.00 WITA hingga 30 Maret pukul 06.00 WITA.
Ada pun layanan operasional di lintasan Padangbai-Lembar juga akan dihentikan sementara mulai 29 Maret pukul 04.00 WITA hingga 30 Maret pukul 11.30 WITA.
ASDP mengoptimalkan layanan guna memastikan kelancaran perjalanan bagi pengguna jasa. Masyarakat diimbau untuk menghindari jam-jam sibuk, terutama setelah waktu berbuka puasa hingga dini hari, guna mencegah terkena antrian di pelabuhan.
Sebanyak 32 unit kapal dioperasikan pada Rabu lalu dengan total roda dua yang menyeberang mencapai 15.396 unit atau naik 66 persen dari tahun lalu yang sebanyak 9.272 unit, sedangkan kendaraan roda empat mencapai 6.615 unit atau naik 45 persen dari tahun lalu sebanyak 4.561 unit.
Sejak H-10 hingga H-5, total penumpang yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 308.218 orang atau naik 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 188.171 orang. Sementara itu, total kendaraan yang telah menyeberang mencapai 95.555 unit atau naik 62 persen dari realisasi tahun lalu sebanyak 59.154 unit.
Sebaliknya, warga yang masuk Bali dari Pelabuhan Ketapang, secara akumulatif sejak H-10 hingga H-5, total penumpang yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 141.910 orang atau naik 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 114.079 orang.
Sementara itu, total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 28.037 unit atau naik 5 persen dari realisasi tahun lalu sebanyak 26.680 unit.
Dengan adanya Nyepi ini, pengguna jasa diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal, menghindari kepadatan, selama periode Nyepi yang bertepatan dengan arus mudik Lebaran 2025. (Surya Dharma/balipost)