I Gede Wijaya. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung gempar lantaran salah seorang warga yang mengaku Aparatur Sipil Negara (ASN) cukup lama berkeliaran di areal puspem tanpa ada yang mengetahui.

Aksinya baru terbongkar setelah viral di media sosial (medsos).

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung pun membenarkan jika warga yang mengenakan atribut ASN itu bukanlah salah satu ASN Kabupaten Badung.

Kepala BKPSDM Kabupaten Badung, I Gede Wijaya, dalam keterangannya pada Selasa (1/4), menjelaskan pihaknya telah memanggil yang bersangkutan dan mendapatkan klarifikasi terkait tindakannya.

Baca juga:  Mantan Ajudan Presiden Jadi Danjen Kopassus

Menurutnya, oknum tersebut telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf.

“Yang bersangkutan telah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta tidak akan membawa nama Pemerintah Kabupaten Badung dalam kegiatannya,” ungkap Wijaya.

Lebih lanjut, Wijaya juga menyatakan bahwa pihak BKPSDM telah melaporkan kejadian ini kepada Bupati Badung, Adi Arnawa, untuk tindak lanjut.

Ketika ditanya apakah kasus ini akan dilaporkan kepada pihak berwajib? Wijaya menyebutkan bahwa hal tersebut menjadi hak bagi masyarakat yang merasa dirugikan.

Baca juga:  Perda Permukiman Kumuh Mesti Disertai Penindakan Tegas Bagi Pelanggar

“Jika ada masyarakat yang merasa dirugikan, mereka dapat melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang. Namun, dari sisi BKPSDM, kami telah mengambil tindakan yang diperlukan, termasuk memberikan peringatan kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

Dari hasil penelusuran BKPSDM, oknum yang mengaku sebagai ASN tersebut diketahui merupakan warga Kabupaten Badung.

Namun, pihaknya juga menduga bahwa yang bersangkutan memiliki kondisi kesehatan tertentu yang mungkin mempengaruhi perilakunya.

Baca juga:  Wagub Harap Bali Jagaditha Culture Week III Dorong Kemajuan UMKM

“Kami menduga warga tersebut memiliki gangguan kesehatan. Oleh karena itu, kami juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam menangani kasus ini,” pungkasnya.

Kasus ini sempat menarik perhatian publik setelah foto dan informasi mengenai individu tersebut menyebar luas di media sosial. (Parwata/balipost)

BAGIKAN