Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Insiden pelanggaran Hari Suci Nyepi terjadi di Loloan, Jembrana.

Gubernur Bali Wayan Koster pun mengatakan akan bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nahdlatul Ulama (NU) Bali, serta tokoh-tokoh lintas agama lainnya untuk membahasnya.

“Saya akan bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nahdlatul Ulama (NU) dan tokoh-tokoh umat muslim, termasuk juga organisasi lainnya, saya akan mengajak duduk bersama untuk membahas hal-hal seperti itu seperti di Jembrana kemarin,” ujar Koster di Gedung Gajah Jayasabha, Rabu (2/4).

Baca juga:  Penetapan DPT, Jumlah Pemilih di Tabanan Berkurang

Nyepi tepatnya pada Sabtu (29/3/2025) lalu, masyarakat di Jalan Katu Lampo, Lingkungan Loloan Timur, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali tetap melakukan aktivitas normal. Hal itu menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jembrana pun telah meminta maaf atas insiden tersebut.

Koster mengatakan bahwa insiden Nyepi di Loloan Jembrana harus disikapi dengan bijaksana. Karena itu pentingnya dirembugkan bersama dengan tokoh-tokoh lintas agama terkait hal tersebut. Sehingga, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan bijak,

Baca juga:  Anggota Buser Polsek Ubud Ditebas Lehernya

“Tentu kita harus menyikapi dengan cara yang baik biar tidak menimbulkan persoalan, jangan sampai menyelesaikan masalah menimbulkan masalah baru, kita harus menyelesaikan masalah tanpa masalah,” tandasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN