Polisi saat melakukan pemulihan psikologis terhadap anak-anak di SKB Banjarangkan. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Di tengah gejolak kasus sanksi adat di Banjar Sental Kangin Desa Ped Nusa Penida, kondisi psikologis anak-anak mendapat banyak sorotan.

Kericuhan yang terjadi saat ngembak geni, hingga diamankan di Kantor Camat Nusa Penida dan akhirnya mengungsi ke SKB Banjarangkan, tentu menjadi pengalaman pahit.

Pihak kepolisian akhirnya memberikan pendampingan dengan melakukan trauma healing (pemulihan psikologis), Selasa (1/4) untuk mengurangi rasa trauma yang dialami anak-anak.

Trauma healing dilakukan di SKB Banjarangkan, dengan kegiatan interaktif yang melibatkan anak-anak.

Baca juga:  Klungkung Alami Kenaikan Kasus COVID-19 Karena Klaster Nikah, Bupati Suwirta Sarankan Ini Sebelum Acara

Polisi berupaya menghibur mereka dengan memberikan hadiah seperti makanan ringan, memberikan dukungan moral, serta memberikan perhatian khusus saat berkegiatan.

Polisi melakukan berbagai aktivitas yang bertujuan untuk meredakan ketegangan psikologis atas kejadian pahit yang mereka alami.

“Ini untuk membantu mengurangi dampak psikologis yang dialami oleh anak-anak pasca kejadian kanorayang tersebut, dengan memberikan dukungan emosional, membantu mereka pulih dari trauma,” kata Kasat Binmas Polres Klungkung Iptu Ida Bagus Ariada.

Diluar persoalan adat yang membelit keluarga mereka, tentu anak-anak sesungguhnya adalah korban. Usai kejadian itu, anak-anak harus mendapatkan perlakuan yang berbeda. Sehingga Polri memberikan perhatian terhadap pemulihan psikologis anak-anak.

Baca juga:  Satpol PP Badung Berjibaku Turunkan Puluhan Reklame Liar

“Dengan kehadiran personel tersebut dalam kegiatan trauma healing, diharapkan dapat mengembalikan keceriaan anak-anak yang terdampak, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman dalam menghadapi situasi yang mereka alami sebelumnya,” tegasnya.

Iptu Ida Bagus Ariada, berharap apa yang dilakukan jajarannya bisa membantu anak-anak melupakan kejadian traumatis dan membantu anak-anak membangun interaksi positif. Dengan melakukan berbagai interaksi, sisi-sisi humanis dapat kembali dibangun untuk anak-anak.

Baca juga:  Terlibat Keributan, 7 KK Dikenai Sanksi Adat Dievakuasi ke Kantor Camat Nusa Penida

Disisi lain, Kadis Sosial Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, mengatakan saat ini seluruh pengungsi sudah tertangani dengan baik, terutama kebutuhan dasarnya selama di SKB Banjarangkan. Saat ini jumlahnya ada sebanyak 28 orang.

Disinggung informasi ada pengungsi yang ingin keluar dari SKB dan tinggal di Kota Denpasar, pihaknya mengaku belum mengetahuinya. Hingga Selasa (1/4), jumlah pengungsi masih utuh sebanyak 28 orang. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN