Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara melaksanakan konferensi pers pengungkapan kasus pencurian di Polsek Kuta Utara. (BP/ken)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Untuk menekan kriminalitas sebelum Lebaran, Polsek Kuta Utara menangkap delapan pencuri yang menyasar warga negara asing (WNA). Salah satu pelaku merupakan residivis, Frederikus Yosef Laka alias Erik (24) asal NTT dan Sumarno (42) mencuri barang milik WNA berinisial ADCT (23) di Pantai Perancak, Jalan Pemelisaan Agung, Tibubeneng, Kuta Utara, Senin (24/3). Tersangka Erik mengaku mencuri untuk foya-foya.

Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara, didampingi Kapolsek Kuta Utara, AKP I Ketut Agus Pasek Sudina, Rabu (2/4) menjelaskan saat itu korban bersama JAPO berada di TKP. Mereka menaruh tas berisi sepasang sepatu dan HP di pantai tersebut, selanjutnya berenang.

Beberapa menit kemudian korban melihat dua laki-laki keluar dari semak-semak dan mengambil tas tersebut. Melihat hal tersebut korban mengejarnya dan berhasil menangkap salah satu pelaku. Sedangkan pelaku lainnya melarikan diri. Setelah itu korban mencari tasnya itu dan ditemukan tidak jauh dari TKP.

Baca juga:  Penertiban PKL di Desa Lokapaksa

“Setelah kasus ini dikembangkan, anggota Polsek Kuta Utara berhasil menangkap kedua pelaku. Termasuk mengamankan barang bukti,” tegas Kapolres Arif.

Saat diinterogasi oleh AKBP Arif, tersangka Erik mengaku tidak bekerja .Beberapa kali melakukan pencurian, uangnya dihabiskan untuk foya-foya.

Selanjutnya polisi juga mengungkap kasus curanmor dengan tersangka Syaiful Ulun (31) asal Tegal, Jawa Tengah dan Ali Jawad (22) asal Probolinggo, Jawa Timur. Pelaku mencuri motor milik Atik Wulaningrum (39) di kos-kosan Perum Cemara Hijau, Desa Dalung, Kuta Utara.

Awalnya korban parkir motor di TKP dan menaruh kuncinya di dalam kamar. Pelaku masuk ke kamar korban dan mengambil kunci motor tersebut.

Setelah menerima laporan kejadian itu, Tim Opsnal Polsek Kuta Utara dipimpin Kanitreskrim Iptu Annas Yoga Wicaksana melakukan olah TKP dan CCTV. Selanjutnya tim melakukan penyelidikan terkait diduga pelaku dan kemudian berhasil mengidentifikasi pelaku dan diketahui sedang berada di daerah Glenmore, Banyuwangi.

Baca juga:  Pembangunan Vila di Desa Pejeng Kawan Diduga Rugikan Putri Raja Arab Saudi Rp 512 Miliar

Selanjutnya tim opsnal bergerak menuju Glenmore dan berhasil mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti.

Seorang residivis Ketut Ngetis (51) asal Buleleng dibekuk bersama Alex Kamanda Jawa (47) asal NTT. Pasalnya mereka bersekongkol mencuri tas berisi HP dan lampu senter milik JAP (18) asal Jakarta. Kasus tersebut terjadi saat korban berenang di Pantai Perancak, Jalan Pemelisan Agung, Desa Tibubeneng.

AKBP Arif menjelaskan pihaknya juga menangkap Yonas Pantoka (24) asal NTT, maling spesialis vila ditangkap dan ditahan di Polsek Kuta Utara. Pelaku menyatroni vila ditempati Andini Nur Shalihinah (29) asal Makassar, Sulawesi Selatan di Jalan Krisna 1 Gang IV, Tibubeneng. Korban kehilangan dua jam tangan beserta kotak dan tabung gas 12 kilogram.

“Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku berhasil diamankan di wilayah Batubelig, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara. Modusnya pelaku masuk dengan cara manjat pagar tembok belakang vila,” tegasnya.

Baca juga:  Bule Tewas di Pinggir Jalan, Mulut Keluarkan Cairan

Kasus pencurian juga terjadi di vila, Jalan Karang Suwung Gang Pisang, Desa Tibubeneng. Korbannya, OEB (28) dan HJB (33), warga negara Australia, kehilangan dua botol miras, airpods pro, satu kotak perhiasan, satu kalung emas isi mutiara, tiga gelas emas bertahtakan mutiara dan delapan pasang anting-anting emas berisi mutiara.

Pelakunya buruh proyek asal Situbondo, Jawa Timur, Mohamad Nurul Fadri (30) dibekuk di seputaran Desa Dalung, Kuta Utara. Modusnya pelaku masuk vila tersebut dengan cara merusak ventilasi kamar mandi.

“Para pelaku ini dalam aksinya seperti patroli jalan kaki, terutama di pantai. Begitu korban lengah, mereka langsung mengambil tas atau barang lainnya. Mereka ini mengawasi tamu-tamu yang beraktivitas di pantai. Kami imbau kepada masyarakat dan wisatawan supaya lebih waspada serta hati-hati,” tutup Arif. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN