DENPASAR, BALIPOST.com – Komitmen pelaksanaan pengerupukan yang tertib dan damai dari para yowana menjadi jaminan keberlanjutan pawai ogoh-ogoh di Desa Peguyangan Kaja.

Sempat terjadi konflik beberapa tahun lalu, para yowana Desa Peguyangan Kaja sepakat membagi pelaksanaan pawai ogoh-ogoh bersama menjadi beberapa kelompok wilayah.

Bendesa Adat Peguyangan I Ketut Sutama, pada Jumat 28 Maret 2025 mengatakan, pengerupukan tahun ini, terutama dalam pawai telah ditekankan agar pelaksanaannya secara tertib dan damai.

Baca juga:  Bang Ipat dan Tamba Dana Tes Kesehatan dan Narkoba

Diharapkan agar anak-anak dalam berkreasi, pawai ogoh-ogoh tetap ceria namun dengan penuh tanggung jawab.

Sehingga tahun ini para yowana berkoordinasi antar banjar, dengan koordinator yowana desa.

Sementara Ketua Panitia Pawai Ogoh-ogoh lima banjar Desa Peguyangan Kaja I Wayan Febriawan Sentana Putra mengatakan pawai ogoh-ogoh telah dilaksanakan selama lima kali.

Pelaksanaan pawai ogoh-ogoh yang hanya diikuti lima banjar dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik seperti beberapa tahun sebelumnya.

Usai pawai dilanjutkan di banjar masing-masing komitmen tanpa sound system kecuali untuk pedalangan dan MC. Sementara alkohol yang sempat menjadi sumber kericuhan, juga diimbau agar mengurangi minum minuman keras.

Baca juga:  Nangun Sat Kerthi Loka Bali Jadi Roh Konstruksi dan Properti di Bali

Selain itu, pawai tidak hanya sebagai simbol nyomia bhuta kala namun juga sebagai seni pertunjukan. Maka dari itu, agar pertunjukan ini dapat dinikmati seluruh masyarakat desa dari anak- anak hingga lansia, maka pelaksanaan pawai dilakukan di daerah terdekat dari daerah tempat tinggal krama.

Desa Peguyangan Kaja terdiri dari 11 banjar. Terbagi menjadi 3 wilayah untuk pelaksanaan pawai ogoh-ogoh.

Pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan lima banjar diikuti Banjar Batur, Belusung, Dualang, Denyeh, Benbiu Desa Peguyangan Kaja.

Baca juga:  FSPM Bali Dorong Perusahaan Patuhi UMP

Pawai ogoh-ogoh di bagian timur desa diikuti 3 banjar yaitu Banjar Umadesa, Pondok, dan Punduh Kulit, di bagian barat desa terdiri dari 3 banjar yaitu, Banjar Saih, Gunung dan Paangtebel. (Citta Maya/balipost)

Tonton selengkapnya di video

BAGIKAN