
DENPASAR, BALIPOST.com – Pascahari besar keagamaan, harga sembako di Pasar Badung terpantau masih stabil tanpa mengalami penurunan signifikan.
Hanya, pasokan sembako dari luar Bali agak tersendat karena arus mudik Lebaran.
Menurut Ibu Suartini (70), pedagang sembako asal Denpasar, harga kebutuhan pokok tidak mengalami perubahan, baik sebelum mau pun sesudah hari raya. “Mengenai penurunan harga pascahari besar keagamaan tidak ada, masih normal saja. Perbandingan harga sebelum dan sesudah hari raya juga sama saja,” ujarnya saat ditemui di Pasar Badung, Rabu (2/4).
Namun, ia mengakui bahwa kelancaran stok dari luar Bali sedikit terhambat karena pengaruh arus mudik Lebaran. “Stok hanya agak telat saja, kita sudah pesan, tapi belum datang,” tambahnya.
Sementara itu, Kartini (25), pedagang asal Karangasem yang juga berjualan di Pasar Badung, mengatakan ada beberapa jenis bahan pokok yang masih naik. “Tapi tidak bisa saya sebutkan satu per satu,” tuturnya.
Meskipun demikian, ia mengungkapkan bahwa pasokan sembako masih cukup lancar meskipun arus mudik Lebaran sedang berlangsung. “Untuk kelancaran stok lumayan masih lancar, walau pun mengingat mudik Lebaran masih berlangsung,” katanya.
Dengan kondisi ini, para pedagang di Pasar Badung masih menunggu perkembangan harga dalam beberapa hari ke depan setelah arus balik Lebaran selesai. (Pande Paron/balipost)